Ada Dugaan Penghilangan Barang Bukti Atas Kasus Tugu Sangnaualuh

Salingnews.com – Pematangsiantar. Hampir sudah dua tahun lamanya proses penyelidikan oleh Kepolisian terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi serta kerugian keuangan Negara atas berhentinya pembangunan Tugu Sangnaualuh, belum membuahkan hasil.

IMG-20200616-WA0009

Lokasi kasus mangkraknya bangunan Tugu Sangnawaluh, terlihat bahwa materi atau puing- puing bangunan dibersihkan.

Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPC HIMAPSI) Kota Pematangsiantar yang juga turut melaporkan adanya dugaan tindak pidana atas pemberhentian sepihak pembangunan Tugu Sangnaualuh yang berada di Lapangan H Adam Malik, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, Sumatera Utara.

Menurut pihak mereka, bahwa ada dugaan tindak pidana korupsi dan kerugian keuangan Negara diakibatkan dari pembatalan sepihak oleh Pemerintah Kota yang menggelontorkan anggaran berkisar 1 M lebih.

Usai diadukan oleh pihak DPC HIMAPSI Kota Pematangsiantar pada 2019 lalu, tim aparat penegak hukum bergegas menelusuri persoalan tersebut dan melakukan penyelidikan lanjutan yang tertuang dalam surat bernomor SP lidik/426.A/IV/2018/Reskrim per tanggal 24 Juni 2019.

Namun, informasi yang diperoleh bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan meskipun tampak di lokasi objek pembangunan sudah tidak seperti awal.

Dugaan Penghilangan Barang Bukti

Yakin Sitompul seorang pengacara yang juga alumni dari Universitas Simalungun itu menyebutkan bahwa ada dugaan penghilangan barang bukti yang dimana masih dalam tahap penyelidikan oleh tim Tipidkor (Tindak Pidana Korupsi) Kepolisian Resor Kota Pematangsiantar.

“Perihal material didalamnya yang dimana masih dalam tahap penyelidikan oleh aparat penegak hukum adalah tanggungjawab mereka untuk melakukan pengawasan. Setiap material didalam yang terkandung, karena berhubungan objek tersebut tidak bergerak, maka hal tersebut harus dilakukan pengawasan dan penjagaan. Yang dimana supaya itu barang-barang didalam menjadi suatu unsur dalam penyidikan dan penyelidikan tidak kehilangan barang tersebut,” ungkapnya, Selasa (16/06/20).

Menurutnya, ketika ada barang ataupun material didalamnya yang dimana masih dalam tahap penyelidikan, sehingga diduga ada unsur kesengajaan dalam penghilangan barang bukti.

“Apa upaya aparat penegak hukum dalam melakukan pengawasan dan penjagaan objek tersebut. Karena setiap barang bukti tersebut tidak boleh hilang. Meskipun diambil satu material saja, maka sudah dapat mengurangi satu unsur benda tersebut,” tambahnya.

Pantauan saat dilokasi mangkraknya pembangunan Tugu Sangnaualuh, beberapa puing seperti material bangunan sudah hilang. Hingga saat ini belum diketahui apakah tindakan pengambilan dan pembersihan lokasi sudah melalui mekanisme dari Kepolisian. (DD/Tim)

Share