Aktivis  Mahasiswa dan Aliansi Pedagang Balimpel  “Mengutuk”  Walikota Pematangsiantar

Salingnews.com – Pematangsiantar.  Melalui pernyataan sikap yang disampaikan Aliansi Pedagang Balimpel (Balairong, kaki lima, kios tempel) bersama Aliansi Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi GMNI, GMKI, PMKRI, SALING, BARSDEM, GAMPAR, INSTITUTE NUSA TIGA AP, BEM FKIP UHN Pematangsiantar mengutuk keras atas dugaan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum SatPol PP kota Pematangsiantar pada aksi unjukrasa di depan Balai Kota, Senin (09/04/18).

aktivis mahasiswa

Konferensi Perss Aktivis Mahasiswa dan Ketua Aliansi Pedagang Balimpel pada selasa (10/04/18).

Seperti lewat siaran pers yang disampaikan, Aliansi Pedagang Balimpel  dan Aktivis  Mahasiswa yang  mengutuk keras  Walikota Pematangsiantar agar segera dicopot dari jabatannya.

Baca Juga :

Hal itu dikarenakan bahwa Walikota Pematangsiantar Hefriansyah,  tidak berani menemui dan menerima aspirasi  yang dimana ada unsur kesengajaan dengan membenturkan Pedagang dan Mahasiswa kepada petugas Satpol PP hingga terjadi bentrokan yang mengakibatkan dua orang Aktivis Mahasiswa  mengalami luka-luka. Dua orang Aktivis Mahasiswa yang mengalami dugaan tindakan kekerasan/penganiayaan yakni Lundu dan Veronika.

Hal ini membuat Aliansi Pedagang Balimpel dan Aktivis Mahasiswa melaporkan oknum Satpol PP yang diduga melakukan kekerasan/penganiayaan dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan No.Pol : STPL/100/IV/2018/SU/STR. Aktivis Mahasiswa  mengecam keras atas tindakan kekerasan/penganiayaan yang dilakukan oleh oknum SatPol PP.

Setelah terjadinya dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh oknum SatPol PP, Aliansi Pedagang dan Mahasiswa melalui pernyataan sikapnya agar Hefriansyah Walikota Pematangsiantar mencopot Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, yang melakukan pembiaran atas tindakan represif anggotanya dalam mengamankan aksi unjukrasa.

Tuntutan lain juga disuarakan kepada pihak Kepolisian Resor Pematangsiantar agar secepatnya menuntaskan dan transparan atas pelaporan terhadap oknum SatPol PP yang melakukan dugaan tindakan kekerasan terhadap rekan seperjuangan mereka. Hingga saat ini, Aliansi Pedagang dan Mahasiswa menunggu titik terang atas kekerasan/penganiayaan terhadap rekannya.

Kegelisahan serta dilema yang dialami para Pedagang Balimpel tak kunjung mendapatkan respon positif dari Walikota. Sehingga Aliansi Pedagang dan Mahasiswa meminta kepada Hefriansyah Walikota Pematangsiantar agar segera memberikan respon positif terhadap tuntutan Aliansi untuk membatalkan rencana revitalisasi pada gedung pasar horas. (Redaksi)

Share

Baca Juga