Aliansi Peduli Danau Toba Menggelar Aksi Unjukrasa di DPRD Sumut

Salingnews.com –  Medan. Puluhan Masyarakat dan sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Peduli Danau Toba melakukan Aksi Unjukrasa di DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol No. 5, Medan, Senin, (18/02/19).

Dalam aksi tersebut Aliansi Peduli Danau Toba menuntut agar DPRD Sumatera Utara segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait kerusakan danau toba serta memberikan rekomendasi kepada Gubernur agar segera mencabut izin – izin perusahaan – perusahaan yang diduga telah merusak lingkungan Danau Toba.

IMG-20190218-WA0013

Kordinator Aksi Nico Nadeak membacakan Pernyataan Sikapnya saat berunjukrasa di depan gedung DPRD Sumatera utara. 

Aliansi yang tergabung dari 23 organisasi ini mengungkapkan bahwa pencemaran air Danau Toba diduga dilakukan oleh beberapa perusahaan, yakni, PT. Aquafarm Nusantara (AN), PT. Toba Pulp Lestari (TPL), PT. Allegrindo Nusantara, PT. Simalem Resort, dan PT. Japfa Group.

Nico Nadeak selaku Koordinator Aksi mengatakan bahwa permasalahan yang menyebabkan kerusakan ekosistem Danau Toba adalah akibat ulah beberapa Perusahaan yang berada di sekitaran Danau Toba.

“Salah satunya PT. Aquafarm Nusantara yang membuang pakan ikan busuk yang sangat bau ke Danau Toba”, kata Nico Nadeak lewat orasinya

Menurutnya, PT. AN tidak hanya melakukan kerangka otomatis dalam perusakan Danau Toba yang berdampak terhadap rusaknya ekosistem dan penurunan kualitas Danau Toba sebagai icon pariwisata internasional, namun juga merampas hak dan mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan Danau Toba.

Selain PT. AN, dirinya juga mengungkapkan bahwa hal yang sama terkait pencemaran ekosistem Danau Toba juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain seperti PT. TPL, PT. Allegrindo Nusantara, PT. Simalem Resort, dan PT. Japfa Group.

Selain menuntut DPRD Sumut membentuk pansus, dalam pernyataan sikapnya, Aliansi Peduli Danau Toba juga menuntut Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Kemaritiman dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memanggil dan meminta pertanggungjawaban perusahaan yang diduga merusak dan membuang limbahnya ke Danau Toba, serta mencabut perizinan perusahaan-perusahaan tersebut.

Selanjutnya, meminta kepada Bapak Kapolda Sumatera Utara agar mengungkap dan mengusut sampai tuntas serta menangkap mafia atau oknum yang bekerjasama memuluskan kegiatan perusakan lingkungan kawasan pariwisata Danau Toba.

Sebelumnya, organisasi peduli Danau Toba yang tergabung dalam Aliansi Peduli Danau Toba adalah Horas Bangso Batak (HBB), YPDT, Walhi Sumut, KSPPM, HIMAPSI, Sahabat Lingkungan, Parna Sedunia, Patambor, GMKI Sumut, BPJS Sumut, HIMA TOBASA, JPK Pemerintah Sumut, KAM, LSM Tamperak, GM Marsia, GEMABATO, GMB Sumut, Pejuang Danau Toba, dan LPB Sumut. (Tan/AS)

Share

Baca Juga