Anggota Perutusan Sinode Bolon Menolak Tata Tertib Sinode Bolon GKPS ke-44

Salingnews.com – Pematangsiantar | Sinode Bolon GKPS ke-44 direncanakan akan digelar pada 18 hingga 22 November 2020 mendatang. Meskipun sempat tertunda yang seharusnya digelar pada Juli lalu, tidak terlepas diakibatkan dari adanya pandemi Covid-19 yang menyerang seluruh daerah, namun dipastikan akan digelar pada November ini.

images (2)Ket. Foto: Kantor Pusat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS)/google

Akan tetapi, ada hal yang menarik menjelang Sinode Bolon GKPS ke-44 di tengah pandemi ini. Puluhan Anggota Sinode Bolon (ASB) perutusan dari beberapa resort menyatakan sikap menolak dan memberikan usul terkait tata tertib Sinode Bolon (SB-44) serta teknis pelaksanaannya, Senin (02/11).

Draft tata tertib SB-44 yang sudah beredar mendapat penolakan. Berdasarkan dari pernyataan sikap tersebut, bahwa tata tertib akan memakai TG/TL mendapatkan perbandingan dengan tata tertib SB-43 yang memakai Peraturan Rumah Tangga Gereja Kristen Protestan Simalungun (PRT GKPS).

Disebutkannya kepada awak media, bahwa yang menjadi dasar penolakan tersebut dikarenakan masih adanya peraturan yang berlaku pada saat ini yaitu PRT GKPS. Selain itu, PRT GKPS belum dilakukan pencabutan dan juga belum ada penetapan TG/TL oleh Sinode Bolon.

Hal itu terbukti dari draft tata tertib SB-44 yang tertuang pada pasal 2h dengan bunyi “Menetapkan dan mengesahkan Tata Gereja dan Tata Laksana (TG/TL) GKPS dan peraturan-peraturan GKPS lainnya”.

Menurut mereka, redaksi tersebut ingin menyatakan bahwa PRT GKPS masih berlaku serta Penetapan dan Pengesahan TG/TL masih sebatas usul penambahan tata tertib atau disebut on going process di SB-44 untuk disetujui atau tidak disetujui oleh SB.

Dalam PRT GKPS, Bab VIII, Pasal 53, disebutkan bahwa tata tertib Sinode Bolon ditetapkan oleh Sinode Bolon pada setiap awal periode. Oleh karena itu, tata tertib SB-44 harus mempedomani PRT GKPS, tetapi apabila TG/TL disetujui oleh SB-44 untuk ditetapkan sebagai Peraturan GKPS yang baru serta mencabut PRT GKPS, barulah tata tertib SB-45 merujuk kepada TG/TL.

Selanjutnya, mereka ASB yang menolak, menambahkan, bahwa dalam tata tertib SB-43, Pasal 32c, disebutkan terkait Perubahan/Penambahan yang dimaksud pada poin a dan b dibuat pada sidang Sinode Bolon GKPS pertama setiap permulaan periode.

Mereka menegaskan bahwa dalam SB-42 pada awal periode 2015-2020, tidak ada usul perubahan atau tambahan terhadap peraturan tata tertib SB-44 pada periode 2020-2025. Oleh karena itu, penambahan butir pada pasal tersebut menurut mereka tidak memiliki landasan.

Atas dasar itu, selain menolak draft tata tertib SB-44, mereka meminta agar Pimpinan Pusat dan Majelis Gereja untuk membuat tata tertib SB-44 sesuai dengan PRT GKPS

Dalam rangka efektifitas dan pemenuhan hak serta kewajiban yang sama bagi Sinodestan, mereka mengusulkan agar para Sinodestan diberikan kesempatan untuk memilih.

Usulan tersebut yaitu seperti mengikuti SB secara langsung (tatap muka) di Pematangsiantar dengan menerapkan protokol kesehatan. Kemudian, panitia membuka pendaftaran bagi Sinodestan.

Selanjutnya, untuk mengikuti Sinode Bolon dilakukan secara virtual (platform daring) dengan bersama-sama se-Distrik, dan panitia membentuk Koordinator Distrik sebagai perpanjangan tangan panitia.

Berikut nama-nama para ASB utusan resort masing-masing yang menyatakan penolakan:

1. St. Jonarita Evie Purba (ASB Resort Duri, Distrik VI)
2. St. Alponi Sijabat (ASB Resort Polonia, Distrik IV) 3. Sy. Hongki Sitio (ASB Resort Agust Theis Tigaras, Distrik IX)
4. St. Piner Lingga (ASB Resort Medan Barat, Distrik IV)
5. St. Arwin HP Silangit (ASB Resort Tebing Tinggi-1, Distrik V)
6. St. Sahdinson Saragih (ASB Resort Simbou Kehen, Distrik II)
7. St. Krisman Saragih, SH (ASB Resort Tarutung, Distrik I)
8. St. Binson Saragih (ASB Resort Bangun Pane, Distrik IX)
9. St. Mahadi S. Saragih (ASB Resort Teladan Medan, Distrik IV)
10. St. Ir. Aslimen Saragih (ASB Resort Raya II, Distrik II)
11. St. Tamaraden Damanik (ASB Resort Bah Tonang, Distrik X)
12. St. Radjoki Girsang (ASB Resort Haranggaol, Distrik III)
13. St. Jan Fredi A. Saragih, ST (ASB Resort Raya Kota, Distrik II)
14. St. Parningotan Silalahi (ASB Resort Dumai, Distrik VI)
15. St. Kappi Saragih (ASB Resort Sondiraya, Distrik II)
16. St. Roni Tuah Saragih (ASB Resort Sibolga, Distrik I)
17. St. Sarmedi Purba (ASB Resort Buluraya Pasar, Distrik II)
18. Sy. Kannedi Desrianto Saragih (ASB Resort Bahapal Raya, Distrik II)
19. St. Markum Haloho (ASB Resort Bengkulu, Distrik VI)
20. St. Juniarman Purba (ASB Resort Sitalasari, Distrik I)
21. St. Berman (ASB Resort Dolok Pardamaean, Distrik IX)
22. St. Artianus Purba (ASB Resort Menteng Indah Medan, Distrik IV)
23. St. Ralupin Damanik (ASB Resort Perdagangan, Distrik I)
24. St. Jansen Roupa Purba (ASB Resort Gloria Haranggaol, Distrik III)
25. St. Sarman Tondang S.Pd (ASB Resort Serdang 4, Distrik VIII)
26. St. J. Oslan Damanik (ASB Resort Lokkung Raya, Distrik II)
27. St. Jason Sitopu (ASB Resort Serdang 3, Distrik VIII)
28. St. John Jansen Purba (ASB Resort Cililitan, Distrik VII)
29. St. Frihanda Sinaga (ASB Resort Raya Kahean II, Distrik X)
30. St. Jhon Radiaman Purba (ASB Resort Bekasi, Distrik VII)
31. St. Emri D. Lingga (ASB Resort Surabaya, Distrik VII)
32. St. Robin Usder Siadari (ASB Resort Palembang, Distrik VI)
33. St. Sarmaganda Girsang (ASB Resort Dolok Saribu, Distrik IX)
34. St. Budiman Purba (ASB Resort Tigarunggu II, Distrik III)
35. St. Memory Motivanisman Waruwu (ASB Resort Yogjakarta, Distrik VII)
36. St. Martuah Girsang (ASB Resort Tiga Runggu, Distrik III)
37. St. Tunggalua Sipayung (ASB Resort Halaotan, Distrik III)
38. St. Bismarck Purba Dasuha (ASB Resort Cikoko, Distrik VII)
39. St. Sahala Silalahi (ASB Resort Sidamanik, Distrik IX)
40. St. Laurimba Damanik (ASB Resort Gajapokki, Distrik III)
41. St. Maijon Purba (ASB Resort Bogor, Distrik VII)
42. St. Sehat Damanik (ASB Resort Tangerang, Distrik VII)
43. St. Herdin Purba (ASB Resort Kaltim, Distrik VII)

Penulis : Dedi Damanik
Editor : Dedi Damanik

Share