Asner-Susanti Temui Pemangku Adat Simalungun

Salingnews.com – Pematangsiantar | Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Ir Asner Silalahi MT dan dr Susanti Dewayani SpA (PASTI) menemui tokoh yang sekaligus sebagai pemangku adat Simalungun, di Simalungun Room-Siantar Hotel, Jl WR Supratman, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Sabtu malam (07/11).

Pertemuan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota tersebut bertujuan untuk meminta nasehat (Podah) dari tokoh etnis Simalungun selaku penduduk pertama kali (Sipukkah Huta) yang mendiami Kota Pematangsiantar.

IMG-20201108-WA0021Ket. Foto: Paslon Wali Kota dan Wakil Walikota, Ir Asner Silalahi MT dan dr Susanti Dewayani SpA Foto Bersama dengan Tokoh-tokoh Pemangku Adat Simalungun/tim

Rangkaian acara adat diberlakukan dalam menyambut para tokoh etnis Simalungun dan Pasangan Calon Kepala Daerah (PASTI), Ir Asner Silalahi MT dan dr Susanti Dewayani SpA.

PASTI juga datang untuk memberitahukan niat menjadi parhobas atau pelayan di kota ini, membangun kehidupan masyarakat lebih maju, dan kesempatan tersebut sekaligus memohon izin dan doa restu dari keluarga besar Suku Simalungun.

Adapun pemangku Adat Simalungun yang ditemui antara lain, Japaten Purba selaku Sekjen Presidium Partuha Maujana Simalungun (PMS), Minten Saragih sebagai Ketua Presidium PMS Kota Pematangsiantar serta Ihutan Bolon Damanik yang diwakili oleh Pandapotan Damanik. Kemudian ada St Torang Saragih, St Jahusin Damanik, St Janelson Sinaga, St Mopar Purba, St Ubahman Sinaga, Bensar Saragih, Suandi Sinaga, dan tokoh lainnya.

Sekjen Presidium DPP PMS, Japaten Purba memberikan apresiasi kepada PASTI karena menghormati etnis Simalungun lewat pemangku-pemangku adat. Namun, ia berpesan jika telah dipercaya masyarakat menjadi Wali Kota, PASTI harus bekerja dengan mengedepankan motto atau falsafah Simalungun, yaitu “Sapangambei Manoktok Hitei ibagas Habonaron Do Bona” yg memiliki arti yaitu bekerjasama dan bergotong royong demi tujuan mulia dengan mengedepankan/mempedomani kebenaran adalah hal paling utama.

Dalam kesempatan itu, Japaten Purba berpesan kepada PASTI agar bekerja dengan menanamkan falsafah atau motto Simalungun.

“Jadilah (Wali Kota), tapi jangan dilanggar Habonaron Do Bona dalam mengerjakan pekerjaan. Itu motto. Kalau dikerjakan pasti sukses,” katanya dengan menambahkan kedatangan PASTI menemui pemangku adat Simalungun merupakan pertanda yang baik.

Ketua PMS Kota Pematangsiantar, Minten Saragih menimpali pesan di atas. Suku Simalungun dalam kehidupan menjunjung tinggi nilai toleransi yang menjadi suatu kebanggaan. Namun, Kota Pematangsiantar yang mendapat predikat sebagai kota toleran memiliki sejarah unik, dimana belakangan tidak pernah ada Wali Kota yang menjabat dua periode.

Minten sendiri mengaku bertanya-tanya tentang kondisi itu. Namun yang pasti, menurut Minten yang didampingi istrinya, sejak beberapa kali pilkada selalu ada janji untuk membangun Tugu Sang Naualuh Damanik. Hanya saja janji itu tidak terealisasi.

“Pak Asner ini putra Siantar, lahir di Siantar. Kalau pak Asner Silalahi memahami keinginan warga Siantar, pasti semua maju dan kami sangat yakin Bapak Asner terpilih jadi Wali Kota dan Ibu dr Susanti sebagai Wakil Wali Kota,” jelasnya.

Ditempat yang sama, tokoh lainnya seperti Pandapotan Damanik pun juga berpesan kepada PASTI tentang pembangunan Tugu Sang Naualuh Damanik, diharapkan jangan hanya janji semata.

Ia menyebutkan agar belajar dari persoalan sebelumnya dan menghindarinya, Asner-Susanti kelak memimpin Siantar, diingatkan agar benar-benar melibatkan pemangku adat Simalungun dalam hal pembangunan Tugu Sang Naualuh Damanik.

“Karena yang tahu itu adalah etnis Simalungun. Kemudian, apapun yang dibangun, seperti ornamen Simalungun harus diperhatikan dan saya yakin jika semua dikerjakan bersama-sama dengan warga, akan membawa kemajuan,” ungkapnya.

Sementara Suandi Sinaga selaku ketua Himpunan Masyarakat Simalungun Indonesia (HMSI) Cabang Kota Pematangsiantar, mendorong masyarakat untuk bersatu padu membawa Kota Pematangsiantar lebih maju. Ia menambahkan bahwa konstitusi di kota ini telah berjalan secara demokrasi.

“Oleh karena itu, hendaknya etnis Simalungun jangan bercerai-berai karena perbedaan. Harapan kami selaku anggota etnis Simalungun, mari kita bersatu padu. Apapun organisasinya yang penting memajukan Siantar,” katanya dengan menegaskan melalui Paslon yang ada.

Mengenai pesan atau nasehat itu, Asner Silalahi menyampaikan kesediaan hatinya menjalankan harapan etnis Simalungun jika dipercaya menjadi kepala daerah, dimana dalam membangun Tugu Sang Naualuh akan melibatkan tokoh-tokoh etnis Simalungun.

Asner Silalahi bersama pasangannya juga menyampaikan visi – misinya. Semuanya akan dikerjakan dengan baik, lebih dahulu memperkuat SDM aparatur agar bekerja sesuai kemampuannya.

Sebagaimana diketahui, Asner-Susanti sebelumnya telah melaksanakan ziarah ke Jorat Raja Siantar di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, pada Jumat (16/10/2020) yang lalu. Kegiatan itu dipimpin langsung keluarga besar Ihutan Bolon Damanik. Saat itu, ahli waris Kerajaan Siantar yang hadir terdiri Mayor (Purn) Tn Koster Damanik, Tn Sarmahita Damanik, SH, Tn Rahmat Efendi Damanik, ST dan Tn Roni Damanik. (Tim/Red)

Share