Bukan Sekedar Mitos, Peneliti Ungkap Perbuatan Manusia yang Bisa Sebabkan Gempa

Salingnews.com – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, gempa bumi pada dasarnya dipicu oleh pergerakan lempang bumi.

“Saat lempeng-lempeng bertabrakan maka terjadi benturan dan pelepasan energi, itulah yang kita rasakan sebagai gempa bumi,” terang Dwikorita, seperti dilansir detik.com, Jumat (19/10/2018).

gempa-1

Meski begitu, tak jarang masyarakat mengaitkan bencana alam dengan perbuatan manusia. Salah satunya adalah ritual budaya yang dianggap bertentangan dengan agama.

Namun, benarkah perbuatan manusia bisa menyebabkan atau memicu terjadinya gempa bumi? Ternyata bisa. Para ilmuwan juga memberikan nama khusus untuk gempa yang dipicu oleh perbuatan manusia, yakni seismitas terinduksi.

Lantas, apa saja perbuatan manusia yang bisa memicu terjadinya gempa? Menurut situs Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) terdapat tiga penyebab, yaitu

  1. Penyuntikan cairan ke bawah tanah

Bagi orang awam, ini tentu bukan aktivitas yang biasa dilakukan. Namun, penyuntikan cairan ke bawah tanag biasanya ditujukan untuk membuang limbah cair, memecah struktur bebatuan, memperkaya cadangan minyak bumi, serta meningkatkan sistem geotermal.

Menurut situs USGS, aktivitas ini diakui memicu sejumlah gempa bumi yang terjadi beberapa tahun terakhir.

  1. Penyuntikan limbah

Untuk menghindari pencemaran lingkungan, terutama sumber air bersih penduduk, cairan limbah juga akan disuntikkan di bawah tanah. Biasanya, cairan limbah akan dibuang ke lapisan terbawah. Lapisan ini biasanya berada di kedalaman yang sama dengan lapisan tempat minyak dan gas bumi.

  1. Perekahan hidrolik

Perekahan hidrolik arau disebut juga sebagai ‘fracking’ juga dapat mengakibatkan gempa. Fracking dilakukan dengan cara menyuntikkan air bertekanan tinggi untuk memecah susunan bebatuan di bawah tanah.

Tujuannya adalah agar cairan, minyak, serta gas bumi lebih mudah keluar sehingga dapat ditambang. Selama proses ini biasanya terjadi beberapa gempa mikro yang terlalu kecil untuk bisa dilakukan.

Selain ketiga aktivitas yang berkaitan dengan lapisan bumi tersebut, pembangunan gedung bertingkat juga dapat mengakibatkan gempa. Peristiwa ini terjadi pada 2006 silam. Dua gempa mengguncang Taipei, Taiwan setelah pembangunan Taipei 101. Gedung seberat 700 ribu ton ini diduga telah membuka kembali patahan kuno yang memicu gempa.

Sedangkan di Indonesia, menurut situs Induced Eartquakes, tercatat ada 774 proyek manusia yang menimbulkan gempa bumi. 37% gempa akibat aktivitas manusia berasal dari aktivitas pertambangan, 23% akibat pengisian air waduk, 15% akibat minyak dan gas bumi, 8% akibat aktivitas geotermal, dan seterusnya. (Red)

Sumber : SURATKABAR.ID

Share

Baca Juga