Camat Siantar Martoba Sebut Tidak Pernah Keluarkan Ijin Galian C”

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait pemberian ijin Galian   C yang Beroperasi di Wilayah Kecamatan Siantar Martoba, Arri Sembiring Ap selaku Camat Siantar Martoba secara tegas menolak sebutan, bahwa pihaknya telah memberikan surat keterangan pemberian ijin akan aktifitas Galian C, di wilayah Kecamatan Martoba.

“Saya tidak pernah beri ijin kepada mereka, karena ijin itu di keluarkan oleh Propinsi,”ucapnya Arri, saat di temui, kantor Kecamatan Siantar Martoba.Pada Senin(18/03/19) sekira jam 10:00.wib.

IMG-20190319-WA0006

Camat Siantar Martoba Arri Sembiring, Ap.

Selain itu, Arri  malah balik menantang pihak-pihak yang menuding dirinya telah memberikan ijin galian C. Arri juga menyebutkan bahwa ada aktifitas galian C yang tidak jauh dari kelurahan Tanjung Tonga, ia menyebutkan galian tersebut, milik Marga Pardede dan aktifitas galian C itu tidak pernah di beri ijin.

Menurutnya, aktifitas galian C tidak lagi di perkenankan beroperasi, namun pihaknya tidak memiliki kekuatan hukum untuk menindak atau menghentikan kecuali sebatas surat.

“Sudah lama kami surati itu, dan sekarang pun akan kembali kami surati dan emang nggak ada ijinnya,”ungkapnya.

Arri menerangkan, bahwa pengelola galian C sudah berulang kali meminta kepada kecamatan untuk memberi rekomendasi ijin, dengan alasan galian berada di tanah milik pribadi, namun Arri secara tegas menolak permimtaan tersebut.

“Itu kan Hak Guna Usaha !. Siapa bilang itu tanah mereka, siapa yang berani bilang itu tanah mereka,”tegasnya.

Arri juga mengatakan bahwa  tidak takut dengan siapa di balik aktifitas galian C tersebut, sepanjang tanah tersebut adalah tanah eks HGU, maka tidak akan ada rekomendasi ijin.

“Oknum dinas 122 itu pernah datang sama ku, tapi saya tidak respon.Walaupun mereka jendral saya tidak respon,”ucapnya.

Saat di singgung, masih beroperasi Galian C, sampai saat ini, Arri mengaku hanya bisa sebatas menyurati sedangkan penindakan di serahkan kepada pihak kepolisian.

“Itu sudah di ambil alih sama Polda, korem juga sudah ambil alih,”ucapnya.

Saat di singgung, dugaan keterlibatan pihak kecamatan yang melindungi altifitas galian C, Arri secara tegas dan meminta pihak terkait untuk membuktikan dan siap untuk bertanggungjawab.

“Kalau mereka mengaku ada surat yang saya keluarkan tunjukkan saja.Surat apa itu?,”tegasnya.

Dalam keterangannya, Arri mengaku bahwa tanah di kelurahan tanjung pinggir adalah tanah PTPN atau tanah negara dan pemko pernah menyurati agar tidak ada kegiatan apa pun atau Stanfas.

Selanjutnya stanfas di cabut dengan alasan karena ada respon pihak terkait dengan alasan stanfas tidak dapat di gunakan pemko karena tanah tersebut bukan milik pemko.

“Itukan tanah BUMN, akhirnya beginilah sampai sekarang  dan bukan lagi stanfas atau milik pemko,”tutupnya. ( Bul/ Red)

Share

Baca Juga