Dalam Tiga Hari, 30 Ton Sampah Diangkut dari Pesisir Sanur, Bali

Salingnews.com – Permasalahan sampah di Bali rupanya belum selesai. Kali ini sampah-sampah tampak membanjiri sepanjang Pantai di kawasan Sanur, Denpasar, Bali, sejak tiga hari terakhir. Sampah-sampah tersebut menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.

sampah di pesisir bali

Sampah di pesisir pantai daerah Sanur, Bali. (Foto: Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Ditemui di Pantai Sanur area Inna Bali Beach Hotel, Selasa (10/4), Kabid Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) DLHK Denpasar Ketut Adi Wiguna menyampaikan, dalam sehari pihaknya mengangkut rata-rata 10 ton yang dikumpulkan dari Pantai Biaung hingga ke Pantai Mertasari, atau sepanjang 1,5 km. Hingga hari ini sudah sekitar 30 ton sampah yang ditangani dan dibawa langsung ke TPA Suwung, Denpasar.

“Sampahnya antara lain plastik, kayu gelondongan dan di beberapa pantai yang dekat dengan Pura dan Setra adalah sampah sisa upacara, dan sampah organik rumah tangga” kata Wiguna.

Wiguna menyampaikan untuk saat ini sampah plastik yang dikumpulkan mencapai 30 persen dari total sampah yang ditangani per harinya. Sampah-sampah ini selalu muncul tiap tahunnya, selain karena adanya perubahan musim dari hujan ke kemarau, juga karena sampah bawaan dari sungai.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat semakin sadar lagi untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai karena akan bermuara ke laut dan mencemari ekosistem di laut sendiri.

Fenomena sampah ini juga menarik perhatian para wisatawan. Tia Sugita, asal Lumajang yang sedang berlibur ke Bali cukup kaget melihat banyaknya sampah plastik di pesisir Sanur. Meskipun sempat melihat dari pemberitaan terkait permasalahan sampah di Bali, namun kali ini Ia baru bisa melihat langsung banyaknya sampah plastik bahkan di kawasan pariwisata.

“Saya sempat lihat di pemberitaan, tapi tidak menyangka ternyata sebanyak ini, apalagi sampah plastiknya. Apakah sudah ditangani? Yang seperti ini kan harusnya ditangani bersama-sama, apalagi di daerah pariwisata, Dina Pariwisatanya juga harus turut membantu, tidak hanya DLHK saja,” ujar Tia saat diwawancarai terpisah. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga