Demokrat Main Dua Kaki, Prabowo dan Sandi Akan Temui SBY

Salingnews.com – Meski mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019, Partai Demokrat tak solid di tingkat bawah. Beberapa pengurus provinsi ternyata mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dukungan itu bahkan dimaklumi oleh DPP Demokrat.

Merespons hal itu, Sandiaga Uno mengatakan akan segera bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk memantapkan dukungan dan mesin pemenangan partai di Pilpres 2019.

pertemuan SBY dan Prabowo

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri)  dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) seusai melakukan pertemuan tertutup di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7). (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

“Dalam satu dua hari ini Pak Prabowo dan saya akan bersilaturahmi dengan Pak SBY dan kita juga ingin memantapkan langkah menuju nanti penetapan tim pemenangan yang sifatnya lebih strategis dan teknis,” ucap Sandi usai di tukang cukur Glodok, Taman Sari, Jakbar, Selasa (11/9).

Soal isu Demokrat main dua kaki ini, Sandi menuturkan sudah mendapat penjelasan dari Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan dalam pertemuan dengan sekjen-sekjen parpol koalisi. Dalam forum itu ditegaskan Demokrat tetap mendukung Prabowo-Sandi.

“Dua kaki Pak Sekjen (Hinca) secara kokoh ada di koalisi Prabowo-Sandi. Dinamika internalnya tentunya kita serahkan ke Demokrat,” tuturnya.

“Dua kaki Demokrat kokoh di koalisi Prabowo-Sandi. Itu kami dapat afirmasi dari Pak Sekjen (Hinca)”.

– Sandiaga Uno

Selain membahas soal dukungan Demokrat, pertemuan dengan SBY juga rencananya akan membahas isu ekonomi terutama soal lemahnya nilai tukar rupiah. Menurut Sandi, SBY yang pernah menjabat presiden dua periode punya strategi menghadapi masalah ekonomi ini.

“Karena Pak SBY pernah mengalami perlambatan ekonomi di tahun 2009 bagaimana menyikapi, bagaimana memastikan daya beli masyarakat masih ada. Ini perlu kita dapat wisdom dari beliau,” paparnya.

“Kita yakinkan masyarakat kita melindungi kepentingan nasional, melindungi lapangan kerja, dan memastikan bahan pokok ada emak-emak di sini ada beberapa produk UMKM bahan bakunya impor, sehingga mereka ada tekanan,” pungkas pengusaha itu. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga