Demonstrasi AMMA di Mapolres Simalungun Meminta Bahara Sibuea Segera Ditahan

Salingnews.com – Simalungun | Ratusan massa yang tergabung di dalam Aliansi Masyarakat Adat dan Mahasiswa (AMMA) gelar aksi unjuk rasa di markas Kepolisian Resor Kabupaten Simalungun, Senin (31/8/2020).

Konflik yang terjadi sebelumnya di Sihaporas, tepatnya pada 16 September 2019 lalu di wilayah Buntu Pangaturan, Kabupaten Simalungun, yakni antara masyarakat adat Sihaporas dengan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) saling bersitegang dan terjadi kontak fisik yang berujung penahanan terhadap dua orang warga Sihaporas.

Dari kejadian tersebut, pihak dari warga Sihaporas menjalani hukuman pidana selama 6 bulan dan sudah dinyatakan bebas. Sementara itu pihak dari humas PT. TPL yakni Bahara Sibuea sama sekali tidak mendapat perlakuan yang sama di mata hukum.

Konflik yang terjadi adalah saling pukul antara humas dan security PT. TPL dengan warga Sihaporas. Akibat dari arogansi Bahara Sibuea diyakini telah melakukan pemukulan kepada salah seorang warga Sihaporas.

Kekerasan yang diduga dilakukan oleh Bahara Sibuea tersebut telah dilaporkan oleh Thomson Ambarita selaku korban kepada pihak Polres Kabupaten Simalungun dengan Laporan Polisi bernomor: STPL/84/IX/2019 tertanggal 18 September 2019.

Usai dilaporkan masyarakat, Mei 2020 Polres Kabupaten Simalungun telah menetapkan Bahara Sibuea sebagai tersangka, namun hingga saat ini terlapor belum dilakukan penahanan, serta berkas perkara belum juga dilimpahkan ke Kejaksaan.

IMG-20200831-WA0017Selanjutnya berdasarkan hal itu, Aliansi Masyarakat Adat dan Mahasiswa (AMMA) yang terdiri dari Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras), Komunitas Pomparan Ompu Umbak Siallagan Dolok Parmonangan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Tano Batak, Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat Sumatra Utara (Bakumsu), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Siantar-Simalungun, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Siantar-Simalungun, serta Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Simalungun melakukan aksi unjuk rasa ke markas Polres Kabupaten Simalungun.

AMMA mendesak agar Polres Simalungun segera menangkap dan melakukan penahanan terhadap humas PT. TPL yaitu Bahara Sibuea dan segera melimpahkan berkas perkara yang bersangkutan ke Kejaksaan.

AMMA juga meminta agar Polres Simalungun bertindak dengan profesional dalam melakukan pegamanan terhadap aksi-aksi perjuangan masyarakat adat di Kabupaten Simalungun.

Penyampaian aspirasi tersebut langsung dipantau oleh AKBP Agus Waluyo SIK selaku Kepala Kepolisian Resort Kabupaten Simalungun.

Kapolres Kabupaten Simalungun meminta kepada para pendemo agar memberikan tenggang waktu untuk mempelajari lebih dalam lagi kasus tersebut dengan alasan dirinya masih terbilang baru menjabat sebagai Kapolres.

Sementara itu aksi massa menegaskan akan tetap mengkawal kasus tersebut sampai keadilan dapat ditegakkan dan Bahara Sibuea harus segera ditangkap, karena menurut mereka semua masyarakat harus sama di mata hukum. (Tim/Red)

Share