Diduga PKS – SBSJJ Hatonduhan Buang Limbah Cair ke Sungai Aek Naga

Salingnews.com – Simalungun. Warga Huta IV, Kampung Baru, Nagori Buttu Bayu, kecamatan Hatonduhan, kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, protes kepada Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit Sumber Bumi Sawit Jadi Jaya (PKS-SBSJJ) yang diduga membuang limbah cairnya ke sungai Aek Naga semenjak beroperasi.

Sekitar 40 orang warga Kampung Baru mendatangi kantor Pangulu Nagori Buttu Bayu, Kecamatan Hatonduhan. Jumat (11/10/19) sekira pukul 10:00 Wib. Kedatangan warga tersebut,  menuntut agar pengusaha PKS-SBSJJ menghentikan pembakaran Tankos dan pembuangan limbah Cairnya ke sungai.

limbah diduga dari PKS

Limbah Cair diduga dari Perusahaan PKS-SBSJJ yang dibuang ke Aliran Sungai Aek Naga. 

Salah Seorang warga inisal TS (38)  mengatakan kepada Pangulu Nagori Buttu Bayu, bahwa dirinya pernah memancing di sungai Aek Naga sebelum ada berdirinya pabrik, masih ada dapat ikan besar di sungai Aek Naga, namun setelah Pabrik tersebut berdiri tidak ada lagi ikan.

“Kami menduga itu  akibat sungai sudah tercemar oleh limbah Pabrik Kelapa Sawit SBSJJ  tersebut.” Ucapnya dilansir dari Lassernews.

Hal yang sama juga disampaikan  warga  berinisal J. Simorangkir  mengatakan kepada Pangulu Nagori Buttu Bayu, bahwa pabrik tersebut telah mencemari Lingkungan.

“Adanya proses  pembakaran tankos, sehingga mencemari udara disekitar  Kampung Baru ini, sehingga kami selaku masyarakat wajar saja keberatan dengan Limbah asap pabrik tersebut, ditambah lagi dengan Limbah Cairnya yang kita duga di buang ke Aliran SungaI.”  Ungkap Warga tersebut.

Terpisah, atas adanya dugaan Pencemaran Lingkungan oleh Perusahaan PKS – SBSJJ tersebut. Kordinator Sahabat Lingkungan (SaLing) melalui Humas dan Publikasi, Hanter Oriko Siregar, SH., mengatakan jika dugaan itu benar, maka Pemerintah Kabupaten Simalungun harus segerah melakukan tindakan tegas terhadap Perusahaan tersebut. Sabtu (12/10/19)

“Pada dasarnya, yang bertanggungjawab dalam hal itu adalah Pemerintah kabupaten Simalungun lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Berdirinya Pabrik Kelapa Sawit di Hatonduhan tersebut, harusnya memiliki izin Lingkungan dari DLH Simalungun, sehingga jelas UKL-UPL atau AMDAL nya.” Sebut Humas Saling itu.

Tidak hanya itu, SaLing  juga mepertanyakan soal ijin AMDAL atau UKL- UPL Pabrik Kelapa Sawit SBSJJ yang beroperasi di Hatonduhan tersebut.

“Sekarang pertaanyaannya, ada tidak izin PKS tersebut?. Jika tidak ada izinnya, apa tindakan Pemkab simalungun?. Jika tidak memiliki ijin, dan jelas melakukan tindakan Pencemaran Lingkunga, maka Pemerintah Kabupaten Simalungun harus segera menutup Perusahaan itu, dan segera di Proses dengan tegas.” Tutur Humas SaLing tersebu. (AS/Red)

Share

Baca Juga