Diduga Tidak Punya Ijin, Pemkab Simalungun Didesak Tertibkan Sejumlah Warung di Panatapan Parapat

Salingnews.com – Simalungun. Kawasan danau toba yang belakangan ini menjadi perhatian pemerintah dimana President Republik Indonesia Bapak Joko Widodo berharap danau toba akan menjadi destinasi wisata dunia, tampak nya perlu perhatian khusus terutama penataan yang berpengaruh pada keindahan danau toba juga jaminan keamanan para wisatawan. Kamis (16/08/18).

IMG-20180816-WA0010

Warung di pinggir jalan desa Sibaganding parapat yang berada di kawasa rawan longsong, yang diduga tidak punya ijin.

Seperti kita ketahui, kejadian tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, yang dimana diduga terjadinya kecelakaan itu, tidak lepas dari kelalaian dinas terkait.

Oleh kerena itu perlunya Dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Simalungun,  terutama dalam hal perizinan, melakukan fungsinya dengan baik dan tidak di interfensi oleh kepentingan kepentingan pihak pihak tertentu.

Dari pantauan Team Investigasi Topan Ri Sumatera Utara, pada Rabu (15/08/18) yang lalu, bahwa salah satunya adalah, persoalan keberadaan warung – warung pada tepi jalan menuju parapat tepatnya di desa Sibanganding, Kecamatan Girsang Singan Bolon dari Simpang hotel Patra jasa hingga mendapati kota parapat. Tampak banyak warung – warung yang berdiri dan menutupi pandangan kita ke danau toba saat kita melintas jalan tersebut.

Warung warung tersebut juga di bangun dengan tingkat keamanan yang perlu diperhatikan. Mengingat berada pada jurang dan resikonya adalah runtuh atau longsor.

Menurut Topan RI Sumut bahwa  Pundasi warung warung itu ada yang memakai tiang dari kayu, dengan dia meter yang tergolong kecil. Juga ada yang memakai tiang cor beton dengan ukuran yang kecil. Hal tersebuy  sangat perlu perhatian serta pengawasa dari pihak Pemerintah Kabupaten Simalungun, sebab ini menyangkut keamanan pengunjung di danau toba.

“Untuk hal ini, team berusaha mencari keterangan mengenai Izin bangunan warung warung tersebut. Dari keterangan sekretaris dinas perizinan kabupaten Simalungun mengatakan bahwa sepengetahuan mereka warung warung tersebut tidak ada mereka menyeluarkan izin, sebab mereka tidak pernah menerima rekomendasi dari dinas terkait yang berhubungan dengan teknis, sehingga mereka juga tidak pernah mengeluarkan izin terhadap warung – warung di pinggiran jalan parapat tersebut.

Wah, bila tidak ada izin, mengapa tidak ada tindakan tegas dari pemkab Simalungun. Apakah ada hal hal khusus terhadap keberadaan warung – warung di pinggir jalan menuju parapat ini?”. Kata Simon Nainggolan Komandan Team Investigasi Topan RI Sumut.

Untuk hal ini, team Topan Ri Sumut segera meminta pemerintah Kabupaten Simalungun bertindak tegas terhadap bangunan bangunan warung di pinggir jalan parapat bila benar tidak memiliki izin dan dapat diduga bangunan warung warung ini Liar maka Pemkab Simalungun diminta untuk menertibkan Warung pinggir jalan tersebut.

“Perlu perhatian khusus, selain menghalangi pemandangan, warung warung warung ini diduga liar dan tidak memiliki izin. Keamanan dan standart bangunan juga sangat minim, kita harus perhatikan keamanan, jangan nanti setelah jadi musibah, baru saling menyalahkan”, ungkap komandan investigasi Topan Ri Sumut itu. (Bam/Red)

Share

Baca Juga