Digarap Sejak 2008, Progres PLTA Batang Toru Baru 6,7 Persen

Salingnews.com – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dikerjakan sejak 2008 lalu oleh PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). Hingga kini atau 10 tahun berlalu, progresnya baru 6,7 persen.

Tenaga Ahli NSHE Didiek Djarwadi mengatakan, progres 6,7 persen itu masih tahap prakonstruksi. Waktu yang dibutuhkan hingga tahap ini cukup lama karena melewati beberapa tahapan.

konferensi PLTA Batang toru

Konferensi proyek PLTA Batang Toru oleh PT NSHE di Graha CIMB Niaga, Jakarta (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)

“Progresnya baru 6,7 persen dari 100 persen. Sekarang progres prakontruksi. Kita harus mempersiapkan semua fasilitas sebelum pekerjaan dimulai,” kata dia dalam diskusi media di Financial Club Jakarta, Graha CIMB Niaga, Jakarta, Jumat (28/09/18).

Secara rinci, pada 2008, perusahaan melakukan survei-survei yang dibutuhkan seperti survei geologi. Belum lagi proses perizinan yang memakan waktu cukup lama. Survei ini dilakukan karena investasi yang dikeluarkan perusahaan cukup besar, yaitu Rp 21 triliun.

Senior Advisor sekaligus Juru Bicara NSHE Agus Djoko Ismanto atau biasa disapa Aji menjelaskan, setelah prose survei dan perizinan, pada 2012 perusahaan melakukan pembebasan lahan. Dia menjelaskan, lahan-lahan yang dibebaskan di antaranya tebing-tebing tinggi di hutan.

Dia mengklaim, bupati di sana sangat perhatian ke masyarakatnya, sehingga dia menekankan dari segi harga pembebasan lahan milik warga tidak membuat si empunya menderita.

“Harganya harus lebih jauh. Karena itu buat tim fasilitasi pembebasan lahan. Prosesnya sangat terbuka dan atas kesepakatan. Jadi sangat layak lah waktu itu,” jelas dia.

Senior Advisor dan Juru Bicara PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Agus Djoko Ismanto

Senior Advisor dan Juru Bicara PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) Agus Djoko Ismanto (Foto: Ema Fitriyani/kumparan)

Dalam dua bulan ke depan, perusahaan akan menyampaikan desain pembangunan ke balai bendungan. Mereka akan eksaminasi ke komite bendungan. Kalau itu diterima, perusahaan akan dapat sertifikat layak bangun dan pembangunan.

“Sertifikat ini akan kita ajukan Desember ini sehingga progres pekerjaan pertama bisa dimulai Januari-Februari tahun depan,” jelas dia.

Proyek PLTA Batang Toru ditargetkan selesai pada 2022 dengan nilai investasi Rp 21 triliun. Adapun kapaitas pembangkit listrik sebesar 510 Megawatt (MW) dan dijalankan dengan 4 turbin.

Listrik yang dihasilkan akan dijual ke PT PLN (Persero). Tapi Aji enggan membocorkan berapa harga listrik yang akan dijual ke PLN. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga