DPC Himapsi Siantar: Kembali Kemakna Natal Yang Sesungguhnya

 

Salingnews.com – Pematangsiantar. Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPC Himapsi) Cabang Pematangsiantar merayakan Natal dengan Thema: “Kembali kemakna Natal yang sesungguhnya” dan Sub thema: “Hendaklah kita saling mengasihi antar umat manusia, bagaikan misi Yesus Kristus lahir kedunia” yang di rayakan selama 2 hari sejak Jumat 13 Desember hingga sampai 14 Desember 2019.

IMG_20191213_125513

DPC Himapsi Siantar saat meyumbangkan tong sampah, bibit pohon dan alat kebersihan kepada pengurus Kuil Shri Mariamman

Menurut DPC Himapsi Siantar Latarbelakang perayaan Natal mereka adalah  Mengingat sejumlah fakta perayaan Natal dibeberapa tahun terakhir, yang menunjukkan euforia kemewahan dan menjadi ajang rutinitas yang menghilangkan nilai-nilai sejati dari perayaan Natal tersebut. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Natal merupakan peringatan lahirnya sang juru selamat Yesus Kristus. Sabtu (14/12/19).

Baca Juga :  Rayakan Natal, Bakti Sosial di Rumah-rumah Ibadah, Himapsi Siantar Implementasikan Jiwa Toleransi

“Dia lahir dikandang domma. Tempat yang sangat memprihatinkan. Proses kelahirannya juga sangat menyedihkan. Beberapa kali Yusuf dan Maria mencari penginapan namun tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya mereka terdampar dikandang domba.” Tulis ketua DPC Himapsi Siantar, Jonli Simarmata kepada Salingnews.com

Lanjut Jonli menuliskan, Kisah itu menunjukkan bahwa kelahiran Tuhan Yesus melambangkan kesederhanaan dan kesulitan. Namun kesederhanaan dan kesulitan tersebut berbalas dengan kebahagiaan karena Yesus semasa hidupnya menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan.

“Sampai matinya dikayu salib karena menentang penindasan dan ketidakadilan. Dia datang untuk menyelamatkan manusia, dengan misi mengasihi.” Ditambahkan Jonli Simarmata.

Screenshot_20191213-192803~2

Terpisah menurut Candra Malau ketua Panitia Perayaan Natal DPC Himapsi Siantar Bahwa Kondisi masa kini, paradigma perayaan Natal sepertinya telah menggeser nilai-nilai sejati dari Natal itu sendiri. Salah satu contoh seperti budaya baju dan celana baru.

“Setiap perayaan Natal, sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi anak-anak generasi muda untuk mengenakan pakaian baru. Kalau belum mengenakan baju baru, perayaan Natal seperti ada yang kurang. Kondisi ini tentu menjadi beban bagi kalangan orangtua. Karena harus mengutang sana, utang sini, saat hari Natal tiba.” sebut Candra.

Screenshot_20191213-192808~2

“Bagaimana lagi bagi anak yang tidak bisa mengenakan baju baru? Bagaimana perasaan seorang anak yang tidak memiliki baju baru, melihat teman-temannya yang mengenakan baju baru? Menyedihkan bukan? Bisa jadi kondisi ini memaksa seseorang untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan seperti ‘mencuri’,” ucap Candra.

Bukan hanya itu. Masih banyak lagi peristiwa atau fakta yang terjadi pada saat Natal. Bahkan tak jarang, Natal digunakan sebagai ajang hiburan, penampilan unjuk kebolehan dan ajang menunjukkan kekayaan/kemewahan. Momen sakral yang sesungguhnya diharapkan dalam perayaan Natal itu, hilang. Apakah paradigma seperti ini terus menerus kita akan tetap pertahankan?

Mengingat hal itulah, pada momen ini, Himapsi Pematangsiantar ingin berkontribusi mengubah paradigma itu. Meluruskan dan mengimplementasikan makna Natal yang sesungguhnya: mengasihi sesama, berbahagia dan merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan kesederhaan.

IMG-20191213-WA0015~2

Adapun rangkaian acara yang akan dilaksanakan Himapsi dalam perayaan Natal antara lain:

1. Bakti sosial di sejumlah rumah ibadah seperti Mesjid, Gereja dan Vihara. Kegiataan ini sebagai bentuk rasa toleransi memandang setiap perbedaan antar sesama manusia.

2. Penanaman pohon
Kegiataan ini merupakan wujud dari pelestarian alam. Sebagaimana Tuhan juga mengajarkan kepada kita atas pentingnya menjaga, merawat dan melestarikan alam sebagai ciptaan Tuhan yang diwariskan kepada umat manusia.

3. Memberikan santunan berupa makanan dan pakaian kepada fakir miskin dan umat manusia yang terlantar dijalanan. Kegiatan ini sebagai bentuk wujud saling mengasihi dan sebagai bentuk rasa kemanusiaan. (Tim/Red)

IKLAN Kepala DLH

Share