DPW FPI Sebut Jember Fashion Carnaval Harus Mengacu Pada Religius

Salingnews.com – Jember. Berlangsungnya kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) di jember selama 8 hari membuat seluruh elemen masyarakat di butuhkan untuk pengamanan kegiatan tahunan tersebut.

Suasana hiruk pikuk dalam kegiatan tersebut mengundang reaksi dari elemen-elemen organisasi di kabupaten Jember ini salah satu nya adalah Front Pembela Islam (FPI).

IMG-20190813-WA0007

Ustad Muhamad Faizi Ketua DPW FPI Jember.

“Saya atas nama Ustad Muhamad Faizi ketua DPW FPI kabupaten Jember terkait dengan adanya JFD (Jember Fashion Carnaval) bersikap harus mengacu kepada revitalisasi Religius untuk menuju revitalisasi Kamtibnas di kabupaten Jember” ujar Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW)  FPI Jember itu, Selasa (13/08/19) di kediaman beliau di jember.

Bukan hanya Ustad Muhamad Faizi, kegiatan tersebut membuat pertemuan antara Kyai-kyai, Ketua NU, Ketua Muhammadiah, Ketua An Irsyadh, Ketua Muslimat, ketua Fattayah, Kapolres, Bupati dan Ketua Banser untuk menyatakan sikap bahwasanya JFC harus mengedapankan unsur yang berbaur religius.

Pertemuan itu bertujuan untuk memesankan supaya setiap kegiatan yang ada harus mengedapankan keagamaan, supaya tidak menerjang norma budaya ketimuran di kabupaten jember.

Dalam pertemuan itu yang hadir bersepakat untuk mendukung kegiatan yang tidak melanggar aturan dan norma agama khususnya budaya ketimuran di jember.

Lebih lanjut lagi pertemuan itu mengajak seluruh masyarakat supaya memiliki potensi untuk menjaga jember yang religius bukan jember yang misterius.

“Kami sudah memberikan instruksi kepada semua elemen bahwa kabupaten jember bukan milik FPI tetapi milik kita bersama, jadi kalo ada masalah di jember maka kita harus berkerja sama bagaimna jember ini supaya aman tentram dan kondusif” tutup Ust Muhamad Faizi. (Tim/Red)

Share

Baca Juga