Dugaan Penghilangan Barang Bukti Kasus Tugu Sangnaualuh, Komisi III Gelar RDP

IMG_20200624_135527Ket Foto : Surat Himapsi Siantar (atas), RDP Komisi III DPRD Siantar (bawah)

Salingnews.com – Pematangsiantar
Hari ini, Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pematangsiantar kembali menggelar Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (24/06/2020).

Terhitung dari semalam, RDP kedua kali berturut-turut membahas informasi perkembangan yang terjadi terkait adanya dugaan penghilangan barang bukti pada kasus tugu Sangnaualuh di Lapangan H Adam Malik, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, KotabPematangsiantar.

Wadah penyampaian aspirasi masyarakat ini melalui Komisi III menindaklanjuti laporan tersebut dengan memanggil instansi terkait yaitu Badan Perencanaan Daerah (Bapedda), Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kasat Reskrim Polres Siantar, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk dimintai keterangan pada RDP yang terbuka untuk umum.

Kasus tugu Sangnaualuh yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak Aparat Penegak Hukum (APH) Kepolisian Resor Kota Pematangsiantar, belum juga menunjukkan adanya kepastian hukum.

Meski sudah dilaporkan oleh salah satu organisasi kepemudaan seperti Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI) Kota Pematangsiantar, memunculkan adanya keragu-raguan atas kasus tersebut.

Pasalnya, beberapa material bangunan didalamnya sudah tidak terlihat di lokasi menjadi dasar adanya dugaan penghilangan barang bukti yang dimana saat ini masih dalam tahap penyelidikan.

Dilansir dari keterangan HIMAPSI Siantar, pihak mereka terakhir kali menerima informasi perkembangan pengaduan di Juli 2019. Dilanjut mereka, sekitar seminggu yang lalu, bahwa pihak mereka kembali menyurati APH untuk meminta informasi dengan memberikan poin tambahan atas adanya dugaan penghilangan barang bukti pada kasus tersebut.

“Muncul kecurigaan kita, lokasi kasus tugu Sangnaualuh sudah dilakukan pembersihan. Sehingga beberapa material bangunan sudah tidak terlihat disana. Sampai saat ini, kasus itu sedang pada tahap penyelidikan. Kita menduga ada penghilangan barang bukti disana,” ungkap Plh Ketua DPC HIMAPSI Siantar yang bermarga Damanik itu.

Saat RDP berlangsung, Masni Plt BPKAD Kota Pematangsiantar menjelaskan, pihak mereka mengirim surat kepada APH atas terjadinya kehilangan berupa material bangunan dari lokasi tugu yang disebut juga bagian dari aset pemko.

Namun, menurut keterangan dari Kasat Reskrim yang baru menjabat selama dua hari itu, belum mengetahui persis permasalahan yang sedang terjadi di Kota Pematangsiantar. Ia memberikan kepastian, bila kasus tugu Sangnaualuh sudah memenuhi syarat adanya Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan Negara, akan digelar ke Poldasu.

“Bilamana kasus ini ada Tindak Pidana Korupsi yang merugikan keuangan Negara, akan kita gelar perkara ke Poldasu. Ini janji dan tugas saya sebagai Kasat Reskrim yang baru,” ungkapnya.

Usai RDP yang berkisar dua jam lebih tersebut berlangsung, Komisi III melalui Denny T Siahaan sebagai Ketua menyampaikan kepada media mendukung APH untuk mengusut tuntas kasus tugu Sangnaualuh.

“Kita Komisi III memberikan dukungan kepada APH untuk mengusut tuntas kasus tugu Sangnaualuh. Beliau juga masih baru dan belum terkontaminasi, kita yakin APH serius menangani kasus ini,” tutupnya.

(DD/Tim)

Share