FORKAMSI Desak Bupati Simalungun Kembalikan Hak dan Kewajiban Guru

Salingnews.com – Simalungun. Bupati Simalungun JR Saragih, telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Pembatalan Pemecatan 1.692 guru per tanggal 8 Agustus 2019.

Surat Keputusan Bupati Simalungun itu tertuang dalam SK Nomor: 188.45/8870/1.3.3/2019, tentang pembatalan Surat Keputusan Bupati SimalungunNomor: 188. 45/ 5927/ 25. 3/ 2019, 188. 45/ 5928/ 25. 3/ 2019 dan Nomor: 188. 45/ 5928/ 25. 3/ 2019.

CollageMaker_20190812_171719188~2

SK Bupati Simalungun, tentang pembatalan pemberhentian Guru.

Hal itu dilakukan Bupati Simalungun JR Saragih, sesuai surat rekomendasi yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui Dirjen Guru dan Tenaga Pendidik, yang bernomor 5873/ B. B1. 3/ 617/ 2019 tertanggal 7 Agustus 2019.

CollageMaker_20190811_214321260~2

SK Rekomendasi dari Kemendikbud terkait SK Bupati Simalungun tentang Pemberhentian Guru.

Atas beredarnya SK Bupati Simalungun itu, Forum Komunikasi Pemuda Mahasiswa Simalungun – Indonesia ( FORKAMSI ) menegaskan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Simalungun agar mengembalikan hak dan kewajiban Guru atau Tenaga Pendidik seperti semula.

“ Kenapa kita tegaskan seperti itu?. Agar tingkat pengabdian untuk pendidikan dapat berjalan dengan sebagai mana mestinya, dan berharap untuk kedepannya lebih bijaksana dalam mengeluarkan keputusan demi kesejahteraan umum”. Kata Chrysmon Gultom Koordinator Umum FORKAMSI kepada Salingnews.com, Senin (12/08/19).

Selain itu Crismon juga mendesak JR. Saragih selaku Bupati Pemkab Simalungun untuk menggantikan atau mengembalikan seluruh kerugian yang dialami para Guru dan kerugian Sekolah pada saat diterbitkannya SK pemberhentian Guru tersebut.

“Karena itu adalah konsekuensi atas keputusan yang diduga menguntungkan kelompok tertentu, dan indikasi rangkaian praktik kotor dalam penyelewengan jabatan”. Ungkapnya.

Dikatakan lagi, bahwa sebagai poros tengah penyambung lidah Rakyat, Mahasiswa dan Pemuda berpegang pada pesan pendiri bangsa, untuk tetap menjadi Agent Of Control dan  Agent Of Change. Segala bentuk garis besar kebijakan Pemerintah, pemuda dan mahasiswa akan tetap berdiri untuk perjuangan substansi yang sama.

“Segala bentuk pergerakan, masyarakat tidak akan berhenti sampai pada masa yang diharapkan. Berkat seluruh desakan dari elemen masyarakat simalungun melalui Pemuda dan Mahasiswa yang turut mengkritik tentang SK Bupati Simalungun yang memberhentikan para Guru. Kini sudah pada titik terang, yaitu pembatalan pemberhentian Guru. Kita harus apresiasi ini, dan sudah seharusnya para Tenaga Pendidik atau Pengajar dioptimalkan sebaik mungkin dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, demi terciptanya generasi muda yang membanggakan,” kata Koordinator Umum FORKAMSI itu.

Ditambahkan lagi, kejadian itu adalah catatan besar, bahwa pergerakan masyarakat Simalungun, akan hadir ditengah tengah panggilan untuk mendiagnosis polemik dan berjuang membela keadilan.

“Bahwa ini merefleksikan sinergitas dalam masyarakat yang sudah pada proses peningkatan untuk mengingatkan para pemimpin jangan culas dalam berdiri pada kekuasaan dan kewenangannya. Horas Banta Haganupan, Salam Habonaron Do Bona,” tutup Chrysmon Gultom Koordinator Umum FORKAMSI. (AS/Red)

Share

Baca Juga