GMKI Komisariat UMA kembali Mengangkat Perdiskusian Anak Muda & Industri Kreatif

Salingnews.com – Medan | Setelah beberapa yang saat lalu GMKI Komisariat UMA mengadakan Diskusi Virtual dengan tema Anak Muda & Industri Kreatif, kali ini hal yang sama dilakukan kembali, guna menyoroti hal penting untuk menghadirkan ide dan gagasan serta membangun gelora untuk menunjang kreatifitas pemuda.

IMG_20201109_221117Diskusi virtual itu pun diselenggarakan dengan tema yang sama yaitu “Anak Muda & Industri Kreatif II” pada hari Minggu, (08/11) pukul 19.00 Wib, melalui platform Google Meet.

Diskusi virtual tersebut menghadirkan beberapa pembicara antara lain yaitu Asisten Deputi Kewirausahaan Kemenpora RI, Drs Imam Gunawan MAP, Daniel Ompusunggu Founder Jabu Sihol, Noka Siboro Pengusaha Kopi dan Founder Intuitif Roastery.

Selanjutnya, Ginda Purba Founder Tamma Koffe Farmer. Dan sekaligus dimoderatori oleh Leonardo Tampubolon selaku Wakil Sekretaris Pendidikan Kader GMKI UMA.

Fransiscus Bonahara Damanik selaku Ketua GMKI UMA dalam kata sambutannya menyampaikan, kita (anak muda) harus fokus tentang akan hal ini, karena ditengah situasi unpredictable saat ini gagasan kreatif sangat diperlukan ditengah medanlayang.

Fransiscus juga mengajak, agar segera mereform ulang pola gerakan sebelumnya menjadi pola gerakan yang dikemas secara kreatif agar tampak hidup pelayanan bagi banyak orang.

Dalam perdiskusian yang berlangsung hampir dua jam tersebut, Daniel Ompusunggu mengatakan setelah beberapa menit memperkenalkan dan mengajak jalan-jalan di sekitaran Jabu Sihol, dalam berkarya there is not superman yang ada itu adalah superteam.

Sedangkan Noka Siboro menyampaikan, lebih menguatkan mental diri dahulu, kenali lingkungan, kemudian kolaborasi selanjutnya, lalu terjun. Hal itupun senada dengan apa yang disampaikan oleh Ginda Purba, Ia mengajak agar dapat mengenal sekitar.

“Kenapa kita mikiri keju, kalau daerah kita subur singkong?” ungkapnya.

Disisi lain, Imam Gunawan memberikan teknik dasar dalam berwirausaha, yaitu mencukupi pengetahuan, memaksimalkan skill berdasarkan analisis, menyiapkan sikap, selanjutnya kerangka berpikir, mentor, pemetaan serta akses.

Hingga akhirnya perdiskusiaaan diakhiri dengan kesimpulan oleh moderator dan doa, seperti kebiasaan yang dilakukan oleh GMKI Komisariat UMA. (Tim/Red)

Share