GOR Dijadikan Mall, DPC Himapsi Siantar : Itu Upaya Penghilangan Sejarah

Salingnews.com – Pematangsiantar. Rencana renovasi dari salah satu bangunan yang memiliki banyak sejarah yaitu Bangunan Gedung Olah Raga (GOR) menjadi sorotan hangat untuk diperbincangkan. Gedung Olah Raga (GOR) akan berubah menjadi gedung mewah berupa Mall seluas 8.471 M² di inti pusat kota.

IMG-20190603-WA0003

Dedi Wibowo Damanik ( gambar atas) Bangunan GOR Kota Pematangsiantar ( gambar bawah)

Menurut Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun Kota Pematangsiantar, Jonli Simarmata ST melalui Wakil Ketua Bidang Seni dan Budaya Dedi Wibowo Damanik, menyatakan bahwa dengan adanya rencana Pemko Siantar untuk merenovasi GOR menjadi pusat perbelanjaan atau mall di Jalan Merdeka, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, adalah sebuah upaya penghilangan sejarah.

Menilik dari sisi sejarah berdirinya GOR adalah dikarenakan kurangnya tempat bagi kawula muda dan pelajar untuk melakukan kompetisi-kompetisi olahraga antar sekolah di Kota Pematangsiantar.

“Yang dibutuhkan saat ini untuk Kota Pematangsiantar adalah sebuah icon sejarah. Karena Kota Pematangsiantar adalah Kota penuh dengan cerita sejarah, bukan cerita berupaya untuk menghilangkan nilai sejarahnya dengan mendirikan bangunan megah berupa mall,” ujar Dedi, Senin (03/06/19).

Jika melihat pembangunan Nasional, lanjutnya, pemerintah pusat kini sedang gencar melakukan pembangunan insfrasruktur. Sementara, Kota Pematangsiantar akan mengalami ketertinggalan dan akan menjadi Kota ‘Mati’.

Kenapa demikian? Dengan pembangunan infrastruktur jalan tol menuju tempat wisata Danau Toba, Kota Pematangsiantar akan tertinggal dan tidak akan menjadi pusat persinggahan.

“Salah satu masukan untuk tetap menjaga Kota Pematangsiantar tetap dilirik dan menjadi tempat yang selalu dibicarakan, maka Kota Pematangsiantar harus memanfaatkan sejarah, baik dari bangunan, budaya, dan icon-icon lainnya,” jelas Aktivis Himapsi itu.

Himapsi tidak akan diam ketika Kota Pematangsiantar terkesan menjadi Kota tertinggal, karena akan berdampak negatif bagi masyarakat Siantar.

“Kota Siantar memiliki banyak potensi dari segi wisata sejarah seperti Kota Yokyakarta. Ini menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam memajukan Kota tanpa menghilangkan nilai sejarah didalamnya,” pungkas Dedi Damanik.(Tim/AS)

Share

Baca Juga