GOR Akan Dijadikan Mall, SaLing Soroti Dampak Lingkungan

Salingnews.com – Pematangsiantar. Renovasi Gedung Olah Raga (GOR) Kota Pematangsiantar menjadi pusat perbelanjaan atau mall seluas 8.471 m2 dengan jumlah lantai sebanyak 5 lantai, mendapatkan sorotan dari Sahabat Lingkungan (SaLing).

Menurut SaLing, bahwa rencana renovasi GOR menjadi pusat perbelanjaan atau mall di jalan merdeka, kelurahan pardomuan, kecamatan Siantar Timur, itu bisa berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar.

images

Banguna GOR Pematangsiantar yang akan diubah jadi Bangunan Mall

“Ya, pembangunan GOR menjadi gedung komersil atau mall itu bisa sangat berdampak buruk terhadap lingkungan, dampaknya bagi masyarakat sekitar”, kata Koordinator SaLing, Nico Nathanael Sinaga kepada Salingnews.com, Senin (03/06/19) pagi.

Nico mengatakan bahwa dampak buruk yang terjadi akibat daripada pembangunan mall tersebut ada 3 point, yang pertama adalah dampak terkait penggunaan air.

Dia menjelaskan bahwa penggunaan air merupakan prasarana yang harus disediakan dalam operasional gedung mall. Selama pelaksanaan konstruksi hingga operasional kegiatan gedung akan banyak membutuhkan air. Jika air yang diambil berasal dari bawah permukaan atau air permukaan, maka kegiatan tersebut dapat mengakibatkan potensi dampak negatif terhadap kuantitas air permukaan dan kuantitas air bawah permukaan.

“Bagi masyarakat sekitar, dampaknya adalah terjadi kekurangan air, akibat penurunan kuantitas air”, tegas Nico

Selanjutnya, yaitu dampak terkait kualitas udara. Dalam kegiatan, dari pra kostruksi, konstruksi, hingga operasional gedung mall akan banyak mengoperasikan peralatan mesin.

Dirinya mengatakan bahwa dalam proses tersebut akan dihasilkan limbah berupa asap dari mesin yang akan mempengaruhi kualitas udara dan operasi genset yang mengakibatkan terjadinya kebisingan dan getaran.

“Hal ini akan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. Belum lagi disekitar bangunan mall ada sekolah, yang jadinya mengganggu proses belajar mengajar akibat kebisingan” ungkapnya

Sementara yang sangat penting menurut Nico adalah potensi dampak terkait limbah.

Dia mengatakan bahwa aktivitas kegiatan gedung mall yang jumlahnya cukup banyak selama operasional kegiatan gedung akan banyak menghasilkan limbah, terutama limbah padat.

Limbah padat sisa kegiatan pekerja sehari-hari, berupa sampah domestik sisa makanan, plastik pembungkus, dan lainnya, akan mempengaruhi lingkungan sekitar. Penanganan yang kurang baik akan berdampak buruk pada kebersihan kawasan.

“Maka Pemerintah Kota Pematangsiantar, perlu mengkaji lebih dalam tentang Dampak Lingkungan yang akan timbul terhadap pelaksanaan pengerjaan pra Konstruksi Bangunan itu. Jangan mengorbankan warga sekitar. AMDAL nya juga harus jelas”. Sebutnya dengan tegas. (Tim/AS)

Share

Baca Juga