Jika Terbukti Buang Ikan Limbah Ke Danau Toba, DLH Bakal Cabut Izin Aquafarm

Salingnews.com –  Hasil Investigasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara, terkait temuan bangkai ikan yang dibuang ke perairan Danau Toba, telah sampai ke Gubernur Edy Rahmayadi. Rencananya Jumat (01/02/19), hasil investigasi tersebut akan di umumkan ke publik.

“Perkembangannya kita tunggu jumat besok ya. Jadi hasil investigasi Tim DLH Sumut itu masih dalam proses saat ini dan perkembangannya kita tunggulah lebih lanjut”, kata Kepala DLH Sumut, Binsar Situmorang saat di hubungi wartawan. Kamis (31/01/19).

keramba Keramba Jaring Apung (KJA) milik PT. Aquafarm Nusantara (Sumber : tobatabo.com)

Binsar juga mengatakan, bahwa sebelum dirinya menjadi kepala DLH Sumut, sudah pernah dilayangkan surat peringatan kepada PT. Aquafarm Nusantara (AN), juga masalah limbah ikan.

Baca Juga :    YPDT Dan HBB Laporkan Kasus Perusakan Danau Toba Oleh PT Aquafarm Ke Ditreskrimsus Poldasu

“Bahkan beberapa kali kita menyuratinya, Cuma saya tidak ingat tahunnya kapan. Makanya kita masih memproses bukti – bukti yang kita temui dilapangan,” Katanya.

Lanjutnya menambahkan, jika memang sudah ada bukti kuat, PT . AN telah melakukan pembuangan limbah ikan mati dengan sengaja, termasuk memanfaatkan peran masyarakat sekitar, maka langkah berikutnya mereka akan menyampaikan sanksi pidana.

“PT. AN merupakan perusahaan modal asing (PMA) dengan ijin dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Pusat. Namun bukan berarti kita di daerah, baik itu Kabupaten dan Provinsi tak bisa mencabut Ijin Lingkungannya. Kalau memang nanti terbukti mereka dengan sengaja membuang limbah ikan di kawasan danau toba, kita bisa mencabut ijin lingkungannya”. Katanya.

Sedangkan untuk mencabut izin penanaman modalnya, itu merupakan urusan pusat dan untuk izin operasi di lapangan, merupakan kewenangan Pemkab Tobasa. Karena perusahaan itu berada di lingkungan Kabupaten Tobasa.

“Jadi dugaan sementara tim kita, masih terkait kesalahan yang dilakukan PT. AN mereka mengumpulkan ikan – ikan mati lalu dibagi – bagi ke masyarakat sekitar.  Sebagian masyarakat membuangnya ke Danau Toba dan tidak tau apakah masyarakat jugua mengonsumsi ikan mati itu. Inilah yang kita dapat dari hasil Tim Investiigasi DLH untuk sementara”. Ungkapnya.

Terpisah, Bupati Samosir Rapidin Simbolon  meminta agar Polda Sumut turun tangan melakukan penyelidikan dan memproses hukum pelaku pembuangan limbah ikan ke Danau Toba. Menurutnya, pembuangan ikan limbah itu sudah mencemari lingkungan danau terbesar di Asia iini.

“Pembuangan Limbah bangkai ikan Danau Toba yang diduga dilakukakan PT. Aquafarm adalah tindakan melawan hukum”. Kata Rapidin.

Apa yang dilakukan perusahaan itu, menurut Rapidin sudah jelas sangat merugikan dan dapat merusak kelestarian alam danau vulkanik terbesar di dunia itu. Karenanya  Kata Rapidin, sudah saatnya Polda Sumut mengambil tindakan hukum dan memberikan efek jera kepada pelaku pembuangan limbah bangkai ikan yang mencemari air Danau Toba tersebut.

“Kita minta Polda Sumut segera mengusut sampai tuntas”. Tegasnya.   (Tim/AS)

Share

Baca Juga