Kadishut Sumut Sebut Penyebab Longsor di Jembatan Sidua – dua Karena Lahan Masyarakat Yang Kosong “Gundul”

Salingnews.com – Parapat. Bencana longsor yang terjadi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Kamis (03/01/19)  lalu, yang menutup Jembatan Kembar  Sidua-dua sehingga sempat menimbulkan terputusnya arus lalu lintas di sana.  Sementara itu, menurut Camat Girsang Sipanganbolon, Boas Manik menuturkan di wilayah itu sudah terjadi 17 kali longsor dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Namun yang bervolume besar, termasuk kali ini, baru sebanyak 7 kali.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Sumatera Utara, Halen Purba, mengatakan longsor yang kerap menimbun jembatan tersebut karena lahan milik masyarakat dibiarkan kosong atau gundul.

gambar jambatan sidua dua

Jembatan Kembar sidua – dua yang sempat di tutupi oleh tanah longsor kini sudah dapat di lalui kembali. (Foto : 05/01/19)

Halen membantah kalau longsor kerap terjadi lantaran kerusakan di hulu sungai seperti apa yang diinformasikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II yang memantau lokasi kejadian lewat drone

“Sudah dicek ke lapangan, itu bukan karena kawasan hutan rusak. Itu karena ladang masyarakat kosong. Kawasan hutan masih jauh 3 km dari situ,” kata Halen di lokasi, Senin (07/01/19).

Baca Juga :   Retakan Bukit di Atas Jembatan Sidua – dua Parapat  Ancam Keselamatan Pengendara

Halen berharap, masyarakat yang memiliki ladang tersebut agar menanami lahannya dengan pohon untuk menahan longsor.

“Karena itu jangan dibiarkan lahan tanah terbuka. Ladang masyarakat harus tetap ditanam,” ucapnya.

Selain karena lahan dibiarkan terbuka, kata Halen, longsor yang terjadi juga karena tingkat kemiringan tanah yang tinggi.

“Salah satunya kemiringan tanah, karena itu harus tetap ditanami pohon. Jangan dibiarkan lahan yang kosong harus terus ditanami. Segala yang miring-miring di tanami pohon jangan dibiarkan kosong,” sebutnya.

Sebelumnya Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede, meyakini longsor akan kembali terjadi ketika hujan deras. Sebab berdasarkan pemantauan lewat drone, haasilnya menunjukkan tanah pada bagian hulu sungai mengalami kerusakan.

“Di hulu jembatan itu memang sudah longsor. Jadi kalau nanti hujan deras lagi, ya (diprediksi) akan longsor lagi,” ujarnya. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga