Kepala Daerah Terpilih Harus Dukung Restorasi Gambut. Apa Keuntungannya?

Salingnews.com – Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan Badan Restorasi Gambut (BRG) mengatakan, para kepala daerah terpilih pada pilkada serentak 27 Juni 2018 di sejumlah wilayah kerja BRG, diharapkan mendukung program restorasi gambut yang dijalankan pemerintah sejak 2017.

“Meskipun restorasi gambut tidak masuk dalam visi dan misi saat pencalonan, tapi hendaknya, dalam pemerintahannya nanti mendukung program tersebut. Baik kebijakan maupun sisi anggaran daerah, sehingga program ini mencapai target 2030 nanti,” terangnya usai mengunjungi perkebunan nanas di lokasi perkebunan sawit rakyat di lahan gambut Sepucuk, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, Kamis (28/6/2018).

pengelolaan

Pengelolaan sumber daya alam Indonesia harus dilakukan dengan baik agar memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat dan bangsa. Foto: Rhett Butler/Mongabay.com

Alue mengatakan program restorasi gambut sangat menguntungkan pemerintah daerah. Pertama, jika selama ini daerah tertentu menjadi sorotan internasional karena kebakaran di lahan gambut kini bebas dari bencana tersebut karena adanya program restorasi gambut. Bencana kebakaran juga menyebabkan kerugian ekonomi besar bagi pemerintah daerah dan masyarakatnya.

Baca Juga :    Abdon Nababan: Mafia Tanah Sumut Tawari Saya Rp300 Miliar untuk Menangkan Pilgub

Kedua, pemberdayaan ekonomi pada masyarakat di sekitar gambut lebih berkelanjutan yang artinya makmur atau sejahtera dengan tetap menjaga lingkungan, khususnya gambut. Ketiga, jika masyarakatnya menjadi makmur berbagai persoalan sosial budaya dapat diperbaiki atau diselamatkan.

“Pemerintah daerah dalam menjalankan program ini mendapat dukungan berbagai pihak, dari pemerintah pusat hingga internasional,” jelasnya.

Alue juga menerangkan investor global saat ini memiliki kecenderungan minat pada pembangunan ekonomi hijau berkelanjutan. Artinya, mereka tertarik berinvestasi pada pengembangan ekonomi berwawasan lingkungan dan HAM.

“Pemerintah atau kepala daerah yang memiliki visi dan misi berpijak pada kepentingan lingkungan dan HAM dapat mendatangkan investasi hijau tersebut. Baik di bidang energi terbarukan, pertanian, perkebunan, dan lainnya,” katanya.

Di Sumatera Selatan, pilkada serentak tahun ini bukan hanya memilih gubernur baru, juga sejumlah bupati dan wali kota. Termasuk, di kabupaten yang menjadi sasaran restorasi gambut yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Banyuasin.

Potensi ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat sekitar gambut dengan target lahan terjaga di Sumatera Selatan antara lain nanas, seni anyaman purun, susu dan daging kerbau rawa, serta perikanan.

“Itu potensi yang sudah ada di masyarakat dan pasarnya sudah ada. Tinggal meningkatkan kemampuan dan memasarkan produknya. Dengan begitu, pendapatan masyarakat meningkat,” terangnya.

Lahan gambut yang harus benar pengelolaannya. Foto: Rhett Butler/Mongabay.com

Keterlibatan masyarakat lokal

Alue juga mengharapkan, berbagai program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat pendatang, seperti eks transmigran, harus tetap melibatkan masyarakat lokal.

“Gunanya sebagai pembelajaran bersama, membaur berbagi ilmu. Selanjutnya, jika terjadi keberhasilan di masa mendatang tidak melahirkan konflik antara pendatang dengan masyarakat lokal. Konflik jelas akan memberikan dampak buruk, bagi manusia juga lingkungannya.”

Dr. Najib Asmani, Koordinator Tim Restorasi Gambut Sumatera Selatan mengatakan, para kepala daerah terpilih memang harus mendukung program restorasi gambut. “Pemimpin yang peduli rakyatnya, pasti akan mendukung program restorasi gambut. Sebab, menyelamatkan gambut sama dengan menyelamatkan bentang alam beserta makhluk hidup, khususnya manusia. Saya percaya para kepala daerah terpilih, jika pikiran dan niatnya untuk rakyat, pasti akan mendukung restorasi gambut,” ujarnya.

Alue Dohong mengunjungi kebun nanas di perkebunan sawit rakyat di Sepucuk, Kecamatan Pedamaran, OKI, Sumsel. Kebun ini merupakan upaya restorasi gambut pada kelompok tani binaan TNI yang didukung BRG. Foto Taufik Wijaya/Mongabay Indonesia

Edi Rusman, tokoh masyarakat Desa Perigi Talangnangka, Kabupaten OKI, mengatakan kepala daerah harus mendukung program restorasi gambut, apalagi di kabupaten yang menjadi sasaran restorasi gambut.

“Jika perlu, masyarakat di sekitar gambut menghadap kepala daerah yang baru terpilih. Program restorasi itu banyak keuntungannya bagi kami yang hidup di sekitar gambut,” jelasnya. (Red)

Sumber : mongabay.co.id

Share

Baca Juga