Kepala SatpolPP Siantar Akan Surati Pengusaha Odong-odong

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait beroperasinya kendaraan hasil modifikasi yang digunakan untuk mengangkut penumpang bak kereta api atau yang dikenal dengan sebutan odong-odong menjadi pembahasan khusus pada rapat yang difasilitasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) Kota Pematangsiantar.

rapat kadishub

Satpol PP Pematangsiantar, saat menggelar rapat dengan Pihak Kepolisian serta Dinas Perhubungan Kota Pematangsiantar.

Semakin bertambahnya jumlah unit odong-odong dirasa perlu untuk ditata guna menjaga kelancaran arus lalu lintas. Kendaraan yang dimodifikasi sedemikian rupa hingga mirip seperti kereta beserta gerbongnya, dinilai belum berpihak pada tingkat keamanan, kenyamanan, keselamatan, bahkan belum diatur dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga hal tersebut perlu diberikan perhatian khusus.

Ada beberapa jenis odong-odong yang beroperasi di inti Kota Pematangsiantar dan dapat ditemui di sekitar Jalan Adam Malik, Jalan Jend Sudirman, dan seputaran Lapangan Merdeka.

Kendaraan modifikasi (Odong-odong) yang dipertanyakan soal legitimasi dan legalitas beroperasi, ternyata belum memiliki payung hukum.

Dalam rapat yang di inisiatori oleh SatpolPP dengan pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Camat Siantar Barat, Lurah Proklamasi, sepakat bahwa untuk saat ini odong-odong tersebut ditata kembali keberadaannya.

Robert Samosir selaku Kepala SatpolPP Kota Pematangsiantar yang menginisiatori rapat tersebut menyampaikan kepada media agar odong-odong diajukan menjadi sarana pariwisata.

“Kita akan ajukan odong-odong ini kedepannya menjadi sarana pariwisata di Kota Pematangsiantar. Hal itu dilakukan bentuk solusi dan kepedulian pemerintah. Namun, untuk titik lokasinya akan dilakukan kajian terlebih dahulu. Kita cari lokasi strategis untuk parkir odong-odong tersebut,” ungkapnya, Selasa (09/06/20).

Sebelum peraturan diterbitkan terkait beroperasinya odong-odong tersebut, Robert mengatakan akan menyurati pihak odong-odong untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban.

“Kita akan menyurati pihak odong-odong atau perkumpulan pengusaha odong-odong untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban sembari diterbitkannya peraturan. Waktu beroperasinya akan kita batasi dan ditentukan. Selain waktu, lokasi tempat mereka parkir (ngetem) akan dipindahkan untuk sementara. Sebelumnya sudah kita atur untuk jenis odong-odong diam ditempat, dan untuk jenis odong-odong hasil kendaraan yang di modifikasi ini belum diatur. Untuk rutenya juga akan dibatasi, karena dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan pengendara lainnya,” tutupnya. (DD/Tim)

Share