Keseruan di Sekolah Sungai Ciliwung: Belajar Sekaligus Konservasi

Salingnews.com – Usman Firdaus, pria 48 tahun yang menggagas komunitas Masyarakat Peduli Ciliwung (Mat Peci) membentuk enam program kegiatan. Satu di antaranya adalah program edukasi dan pemberdayaan atau yang dikenal dengan Sekolah Sungai Ciliwung.

Ada 130 orang yang menjadi anggota Mat Peci. Mereka bekerja sama dengan Dinas LH DKI sejak 2014 dan menerima gaji sebesar UMP.

sekolah sungai ciliwung

Sekolah Sungai Ciliwung (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)

“Lalu ada juga anggota volunteer atau sukarelawan. Hari ini kita juga habis belajar dengan anak tentang solusi sampah, yang organik jadi kompos, yang nonorganik bisa dijual atau jadi kreativitas produk 3R,” tutur Usman saat ditemui kumparan di Jakarta Selatan, Selasa (17/4).

Dalam program Sekolah Sungai Ciliwung tersebut, mulai dari anak-anak hingga lansia akan diajarkan bagaimana menjaga kebersihan sungai hingga lingkungan sekitar.

Sekolah Sungai Ciliwung

Sekolah Sungai Ciliwung (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)

Ayah tiga anak itu juga mengatakan, nantinya kawasan tepi sungai tersebut akan dibuat camping ground dan outbound. Hal itu bertujuan untuk menarik minat anak-anak muda mengikuti Sekolah Sungai Ciliwung.

“Anak muda kan susah kalau diajak bersih-bersih, pasti tidak mau, tapi diajak naik perahu pasti mau. Dari situ kita angkat awalnya,” kata konsultan lingkungan itu.

Menurutnya, manusia diberi tanggung jawab oleh Tuhan untuk menjaga keseimbangan alam. Atas dasar itulah ia menggagas pendirian Mat Peci serta mempersembahkan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang.

Sekolah Sungai Ciliwung

Sekolah Sungai Ciliwung (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)

Program Sekolah Sungai Ciliwung ini membuat anak-anak merasa senang karena bisa mendapatkan ilmu baru, khususnya kebersihan lingkungan sekitar.

“Senang, tadi habis buat kompos, kemarin belajar menanam. Acaranya seru makanya mau ikut, kita jadi tahu caranya,” ujar salah satu peserta Sekolah Sungai Ciliwung, Wulan.

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Fadil. Ia merasa senang karena bisa langsung mempraktikkan cara membuat kompos bersama Usman.

Tak hanya Wulan dan Fadil, Sigit juga mengungkapkan perasaan yang sama. “Pengin ikut, tadi belajar menanam tanaman sekarang jadi bisa,” ujarnya.

Sekolah Sungai Ciliwung

Sekolah Sungai Ciliwung (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)

Menurut Usman, agenda kegiatan nantinya akan ia kirimkan kepada pihak ketua RT setempat, yang kemudian akan disebarluaskan via Whatsapp. Nantinya ketua RT yang akan menginfokan kepada anak-anak.

Tak hanya anak-anak, para orang tua juga merasa diuntungkan dengan adanya program Sekolah Sungai Ciliwung tersebut. Hal itu karena sang anak bisa diajarkan merawat lingkungan sejak dini.

“Yang dulunya pinggir kali dibilang seram, sekarang bagus. Apalagi ada sekolah Ciliwung anak-anak jadi kenal sama lingkungan, tahu menjaga lingkungan, banyak manfaatnya,” ujar Marpuah, saat menemani anaknya Sekolah Sungai Ciliwung.

Sekolah Sungai Ciliwung

Sekolah Sungai Ciliwung (Foto: Eka Nurjanah/kumparan)

Pendapat yang sama pun diungkapkan Suryani. Ia merasa senang karena bukan hanya sang anak, tetapi orang  tua juga turut bertambah pengetahuan bagaimana menjaga ekosistem sungai dan lingkungan.

Santi yang tengah mengantarkan anaknya mengikuti Sekolah Sungai Ciliwung juga merasa senang. Ia menganggap program tersebut bisa menjadi lahan bermain yang tepat bagi sang anak. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga