Koalisi Peduli Hutan Menggelar Aksi Kampanye Hutan Batang Toru

Salingnews.com – Koalisi peduli Selamatkan Hutan Batang Toru melakukan aksi kampanye di jembatan sungai batang toru, mereka menyampaikan, bahwa hutan batang toru harus di selamatkan dari berbagai ancaman Korporate. Kamis (21/02/19).

IMG-20190221-WA0006

Koalisi Peduli Selamatkan Hutan Batang Toru saat berkambanye lingkungan di Jembatan Sungai Batang Toru.

Koalisi dari lembaga lokal dan lembaga lingkungan yang berkedudukan di sumatera utara terdiri dari Pinus Tapanuli, KPA Malaka, KPA Mata Alam, Rata Bumi, Telapak Tapanuli, Explore Tabagsel, Kompel UMTS bersama Wahana Lingkungan Hidup daerah Sumatera Utara.

Ekosistem Batang Toru merupakan hamparan hutan primer dengan luas 1.400 km2 di perbatasan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan. lebih dari 100.000 jiwa menggantungkan kehidupan nya pada hutan di batang toru. Di hulu Sungai Batangtoru, ada 1.200 ha lahan pertanian produktif milik masyarakat dan masyarakat adat. Hutan Batang toru juga tempat habitat orang hutan Tapanuli, Ranggong, Badak dan hewan langka yang dilindungi menurut UU Konservasi No.5 Tahun 1990, keanekaragaman biodeversita Batang Toru terancam dan akan mengalami kepunahan akibat pembangunan proyek PTLA PT. NSHE ini.

“Hutan Batang Toru ini adalah Rimba Terakhir yang tersisa dan harta karun Propinsi Sumatera Utara , maka dari pada itu, Penolakan terhadap perusahaan perusak lingkungan harus dilawan, salah satunya pembangunan PLTA batang Toru yang berdampak buruk terhadap keberlangsungan lingkungan , Masyarakat maka pemerintah harus berani mengabil sikap yang tegas segera hentikan perusahaan perusak lingkungan, ini harus segera dihentikan suara koalisi peduli Hutan Batang Toru”. Kata mereka.

Koalisi Peduli Selamatkan hutan batang tor juga menyampaikan ancaman yang ditimbulkan dalam pembangunan PLTA Batang Toru ini adalah terancamnya Habitat enggang Badak (Bucheros rhinocores) sebagai identitas daerah kabupaten tapanuli selatan untuk diketahui bersama tertuang keputusan bupati tapanuli selatan nomor 340/KPTS/2013 TENTANG PENETAPAN Flora dan Fauna sebagai identitas Daerah Kababupaten Tapanuli selatan yaitu plora ; Kecombrang /Siala sampagul (Eltingera Elatior) dan Fauna ; Enggang Badak / Onggang (Bucheros rhiniceros) ditetapkan disidempuan pada tanggal 28 Mei 2013 oleh bupati tapanuli selatan Syarul M Pasaribu.

“Apa iya, kita lupa sama identitas daerah kita sendiri dan ingin menghabisi mereka memasukkan investasi yang merusak habitat mereka. Onggang hidup dikawasan pembangunan PLTA Batang Toru dan terancam habitatnya, kawasan pembangunan PLTA Batang Toru yang diberikan oleh Pemda Tapanuli selatan adalah Rumah dan Habitat Flora dan Fauna yang menjadi Identitas Tapanuli selata”. Tegas mereka.

Ditambahkannya lagi, bahwa Bupati tidak Peduli terhadap Lingkungan dan Keanegaragaman Hayati Alam Tapanuli Selatan Hutan Batang Toru, dimana nilai konservasi hutan batang toru memiliki nilai konservasi yang tinggi dan tak ternilai kekayaan keanegaragaman hayatiny. Seharusnya pemda juga harus dapat memberikan keputusan dan kebijakan yang dapat menyelamatkan Bentang Alam Hutan Batang Toru.

“Dengan hadirnya pembanguna PLTA Batang Toru Nilai-Nilai daerah dan Nilai Konservasi dikhianati, Bentang Ekosistem Batang Toru merupakan Penyangga Kehidupan Masyarakat yang sangat bergantung keberlangsungan kehidupan yang berkelanjutan Mulai pemanfaatan Air Sungai Batang Toru, Kearifan Lokal dan sumber daya alam yang melimpah yang dinikmati oleh masyarakat. Jika ekositem batang Toru hancur dan rusak maka bencana akan melanda masyarakat di seputaran Hilir Batang Toru”. Tutupnya. (AS/Red)

Share

Baca Juga