Kualitas Udara Di Siantar Kategori “Unhealthty”

Salingnews.com – Pematangsiantar. Dilansir dari salah satu situs airvisual.com, bahwa kualitas udara di Kota Pematangsiantar masuk dalam kategori “Unhealthy” atau “tidak sehat”. Pusat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyatakan bahwa kabut asap dari pembakaran hutan di Riau telah merembes hingga ke Aceh. Jumat, (20/09/19).

IMG-20190921-WA0002

Gapura Selamat Datang Kota Pematangsiantar.

Data BMKG pada Selasa kemarin menyebut, satelit Terra dan Aqua mendeteksi 498 titik panas yang mengindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera. Provinsi yang paling banyak menyumbang titik panas adalah Sumatera Selatan sebanyak 194 titik, Jambi 174 titik, dan Riau 60 titik.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Kota Medan, Edison Kurniawan saat dikonfirmasi mengatakan, kabut asap yang terjadi karena arah angin bertiup dari Selatan hingga ke Tenggara. Kabut asap bercampur dengan uap air air. Kelembaban udara juga di antara 95-97 persen.

Di Kota Pematangsiantar oleh Dinas Kesehatan tampak memberikan perhatian khusus atas kabut asap yang sudah mulai menyelimuti kota yang terkenal sejuk dan asri. Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar turut membagikan masker anti polusi kepada masyarakat yang melintas disekitar jalan Merdeka.

Organisasi Sahabat Lingkungan Siantar-Simalungun yang di isi oleh sebagian besar Mahasiswa menghimbau agar mengurangi aktivitas diluar ruangan, rumah, dll. Sekretaris Sahabat Lingkungan Dedi Wibowo Damanik menyatakan bahwa saat ini udara di Kota Pematangsiantar tampak diselimuti oleh kabut asap. Hal ini harus sesegera mungkin diselesaikan, baik kepada para stakeholder di Pemerintah jangan menunda-nunda. Sabtu, (21/09/19) sekitar pukul 02 : 00 Wib, dini hari.

“Kita dorong Pemerintah agar lebih memprioritaskan persoalan ini untuk diselesaikan. Kita harus bekerja lebih lagi, baik itu ditingkat Pusat, Provinsi, dan Daerah.” Ucapnya. (Tim/Red)

Share

Baca Juga