Melekat Stigma Negatif Terkait Covid-19, Warga Gang Demak Ajukan Gugatan Class Action

WhatsApp Image 2020-06-29 at 17.37.28Ket Foto : Ketua RT (tengah) Didampingi Tim Kuasa Hukum Saat Mengajukan Gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar

Salingnews.com – Pematangsiantar

Kelompok warga Gang Demak, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, ajukan gugatan Class Action terkait merasa menjadi korban atas pernyataan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar.

Kelompok warga Gang Demak yang diwakilkan oleh Abdul Wahid Katino memberikan kuasa kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Pematangsiantar  untuk mengajukan gugatan Class Action dalam hal ini sebagai tergugat yaitu Hefriansyah Noor Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga sebagai Walikota Pematangsiantar.

Sebelumnya, polemik tersebut pada tanggal 23 April 2020 oleh Tim Gugus Tugas merujuk Sutiem ke Rumah Sakit Adam Malik Kota Medan tanpa adanya pendampingan oleh Tim Gugus Tugas. Selama perawatan di Rumah Sakit, Sutiem diisolasi selama 28 hari dan pada akhirnya dinyatakan negatif Covid-19 oleh pihak Rumah Sakit.

Kronologis singkat Satiem sebelum dinyatakan positif Covid-19, pada tanggal 20 April, Sutiem mengalami sakit demam, dan kemudian Sutiem berobat ke Mantri Kesehatan. Dikarenakan belum sembuh total, selanjutnya pada tanggal 21 April, Sutiem mengambil surat rujukan ke Puskesmas Martoba untuk kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Tiara. Dua hari dirawat, Sutiem dituduh terpapar Covid-19 saat sedang dirawat di Rumah Sakit Tiara tersebut.

Saat diwawancarai oleh media, Sutiem mengaku setelah dinyatakan negatif Covid-19, ia pulang sendiri dengan meminta bantuan berupa uang dari Dokter yang menangani dirinya.

“Saya dikasih uang seratus ribu, itupun saya minta dari Dokter, saya gak punya uang untuk pulang, dan saya pulang sendiri menggunakan Paradep Taxi,” ungkap Sutiem saat ikut mengantarkan gugatan Class Action ke Pengadilan Negeri Kota Pematangsiantar.

Juru bicara Tim Gugus Tugas, Daniel Siregar, melalui press release pada 3 Mei 2020 lalu, menyebutkan adanya pasien positif (terkonfirmasi) Covid-19 di Kelurahan Martoba. Usai Tim Gugus Tugas melakukan update kasus Covid-19, selanjutnya Tim Gugus Tugas melakukan Rapid Tes terhadap warga gang Demak dengan hasil 1 (satu) warga reaktif yang diketahui adalah Ketua RT setempat.

Abdul Wahid Katino yang juga Ketua RT berprofesi sebagai pedagang Mie Balap dilakukan isolasi selama 24 hari di Rumah Sakit Umum dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar. Berdasarkan keterangan dari isi surat gugatan tersebut, Abdul dinyatakan tidak dirawat dengan baik alias dilakukan pembiaran.

Dalam isi surat gugatan tersebut, disebutkan ada 11 (sebelas) warga yang terdampak Covid-19. Masing-masing penggugat menilai adanya pengumuman atau identifikasi keliru terhadap mereka sehingga berdampak kepada perekonomian serta aktivitas sehari-harinya.

Perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pematangsiantar, Binaris Situmorang, bahwa gugatan tersebut berdasarkan penilaian warga terkait tindakan penanganan Covid-19  yang tidak baik sehingga menimbulkan adanya kerugian secara materil dan inmateril.

“Bahwa gugatan ini didasarkan atas tindakan dari pihak yang berwenang dalam hal ini Tim Gugus Tugas yang dinilai oleh warga dalam hal ini sebagai korban melakukan gugatan Class Action dengan tujuan menuntut ganti kerugian material dan inmaterial. Kerugian materialnya, bahwa mereka diperlakukan secara buruk, sehingga mereka mengalami halangan-halangan melanjutkan aktivitas ekonomi. Kerugian inmaterialnya, nama baik warga ini dihadapan masyarakat umum dan masyarakat sekitar merasa dilecehkan, dikarenakan penuduhan terpapar Covid-19, namun sejatinya penanganan untuk itu tidak ada dan sama sekali setelah diperiksa ulang ternyata negatif Covid-19,” terangnya, Senin (29/06/2020).

Ia menambahkan bahwa Tim Gugus Tugas tidak melakukan semacam tindakan lebih  lanjut setelah warga tersebut dinyatakan negatif Covid-19. Sehingga menurut pemahaman LBH Pematangsiantar, tidak ada dilakukan pemulihan nama baik yang berakibat fatal terhadap perekonomian warga Gang Demak.

(DD/Tim)

Share