Menghargai “Sipukkah Huta”, Asner – Susanti Ziarah ke Jorat Raja Sang Naualuh

Salingnews.com – Pematangsiantar | Kota Pematangsiantar memiliki cerita sejarah panjang. Pada dinasti kerajaan di Siantar yaitu Sang Naualuh Damanik, Raja Siattar ke XIV, dikenal sangat gigih melawan penjajahan Belanda. Sang Naualuh menolak tunduk kepada penjajah, sehingga membuat dirinya harus diasingkan oleh Belanda ke Pulau Bengkalis yang bertujuan untuk mematikan langkah perlawanan sang Raja.

Sang Naualuh dikenal sangat dekat dan dicintai masyarakatnya, begitu juga saat berada di tempat pengasingan dirinya di Pulau Bengkalis.

IMG-20201016-WA0011Ket Foto : Usai Prosesi Ziarah, Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Asner dan Susanti Beserta Keluarga Kerajaan Doa Bersama/dd

Sebagai bentuk penghormatan akan Raja dan sejarah Simalungun, Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Asner – Susanti (PASTI) laksanakan ziarah ke Jorat Raja Siantar di Jalan Pematang, Kelurahan Simalungun, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar, Jumat (16/10) yang dimulai pada Pukul 07.00 WIB.

Rombongan disambut langsung oleh ahli waris Kerajaan Siantar yakni, Mayor (Purn) Tn Koster Damanik, Tn Sarmahita Damanik SH, Tn Rahmat Efendi Damanik ST dan Tn Roni Damanik.

Sebelum ziarah, ahli waris melalui Ny Tn Sarmahita Damanik Rosliana Sitanggang terlebih dulu menceritakan sejarah kerajaan Siantar, dilanjutkan dengan pelaksanaan adat dan diakhiri dengan ziarah ke Jorat Raja Sangnaualuh.

Selanjutnya, Ahli waris Mayor (purn) Tn Koster Damanik l mengaku merasa bangga atas kedatangan Ir Asner Silalahi MT dan dr Susanti SpA.

“Suatu kebanggaan bagi kami atas kedatangan PASTI ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa dalam kehidupan ini janganlah pernah melupakan sejarah.

“Karena ada istilah Jas Merah. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Kalau kita senantiasa mengingat sejarah, berarti hidup kita bisa tidak sombong, kita mengerti siapa hidup kita ini,” ucapnya.

Tn Koster menambahkan, kedatangan PASTI adalah bentuk sikap menghargai sejarah, yaitu sejarah Sang Naualuh yang dulunya memimpin Siantar ini. Ia sendiri mengaku bersyukur dan bersukacita dan merasa sangat dihargai.

“Dengan adanya acara ini, kami juga memiliki tanggung jawab. Saya yakin semua keluarga kami mendukung apa yang menjadi cita-cita Pak Asner dan Ibu Susanti. Kami siap membantu semaksimal mungkin,” ujarnya seraya berpesan, jika sudah duduk nanti pasangan ini jangan lupa kepada keluarganya.

Diakhir sambutannya, Tn Koster berpesan kepada Asner akan hal yang sangat menonjol dan perlu diperhatikan di kota ini. Salah satu contoh, kata Koster, yaitu terkait pembangunan Tugu Sangnaualuh yang masih belum selesai.

Sementara Asner Silalahi menyampaikan rasa terimakasihnya kepada keluarga Raja Sang Naualuh atas sambutan yang luar biasa, termasuk penyematan pakaian adat. Asner Silalahi mengaku sangat tertarik mendengar sejarah Raja Sang Naualuh.

“Kami begitu bangga. Sangat tertarik dengan sejarah Raja Sangnaualuh yang sudah diceritakan,” imbuhnya.

Perjuangan Raja Sangnaualuh, kata Asner Silalahi, patut dihargai karena telah mendirikan tongkat untuk Kota Pematangsiantar dan cita-cita Sang Naualuh juga akan diperjuangkan. Asner yakin bahwa banyak pesan yang ditinggalkan Raja Sang Naualuh untuk kehidupan lebih baik bagi masyarakat Kota Pematangsiantar.

“Saya tertarik akan sejarah Raja Sangnaualuh dan nanti akan kita gali lebih dalam peninggalan Raja Sang Naualuh. Semua itu perlu dibenahi agar generasi muda tidak lupa akan sejarah,” ujarnya.

Asner Silalahi juga menyinggung mengenai buku asli sejarah yang sudah hilang dan berharap agar buku yang ada saat ini supaya dilegalkan.

“Itu nanti kita legalkan biar kembali lagi dia aslinya. Jangan lagi nanti berlarut,” tutupnya. (Tim/Red)

Share