Pedagang Balimpel Bawa Kranda Mati Ke Kantor Walikota

Salingnews.comPematangsiantar. Puluhan massa dari Aliansi Pedagang Balimpel (Balairong, Kaki Lima, Kios Tempel) kembali berunjukrasa ke depan Kantor Walikota Pematangsiantar Jalan Merdeka Kelurahan Proklamasi Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara. Jumat (11/05/18) Sekitar pukul 10 : 30 WIB.

IMG20180511121227

Pedangang Balimpel saat berdialog dengan Sekda Kota Pematangsiantar dan mengelilingi kranda mati bergambar Hefriansyah.

Aksi unjukrasa yang ke enam kalinya ini di gelar para Pedangang Balimpel dengan membawa kranda mati  bergambar Walikota Pematangsiantar Hefriansyah.

Sementara itu Kordinator Aksi  Fawer Full Fander Sihite menyampaikan dalam orasinya agar Walikota Pematangsiantar segera membatalkan pembangunan balairong di pajak horas karena tidak berpihak kepada pedagang yang tidak mampu membayar dengan dana sekitar 60 Juta.

Tambahnya lagi mengecam tindakan Walikota Pematangsiantar Hefriansyah yang tidak berani berdialog dengan pedagang.

“Kami menegaskan tidak ada pembangunan tanpa persetujuan pedagang. Karena jika pembangunan untuk pedagang sangat tidak logika jika tetap di bangun dengan kondisi pedagang tidak setuju”. Tutur Fawer dalam orasinya di depan Kantor Walikota Pematangsiantar.

Usai berorasi sekitar 30 menit, para Pedagang Balimpel langsung di sambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pematangsiantar Budi Utari Siregar dan langsung menjawab tuntutan  para pedagang Balimpel.

“Kapasitas saya di sini adalah mewakili bapak Walikota Pematangsiantàr kebetulan Walikota sedang di luar kota. Kami juga menyampaikan bahwa Bapak/Ibu Pedagang harus yakin kalau kami berpihak kepada pedagang dan kami akan mengakomidir tuntutan bapak / ibu dan ini mau hari lebaran kami akan yakinkan bahwa tidak ada kegiatan di Perusahaan Daerah (PD) Pasar Horas Jaya (PHJ) sebelum ada keputusan yang menguntungkan bagi para pedagang serta perlu kami garis bawahi bahwa tuntutan para pedagang akan kami pertimbangkan. Agar bapak ibu para pedagang dapat nyaman berjualan hingga lebaran. Tidak akan ada kegiatan di PD.PHJ selama lebaran, dan yang berdagang silahkan berdagang tanpa mengganggu ketertiban umum”. Ucap Budi Utari Siregar.

Kordinator Aksi Fawer Sihite menanggapi jawaban Sekda tersebut dan menyampaikan  bahwa pihaknya mengingikan jawaban dari Pemerintah Kota supaya  mengatakan membatalkan pembangunan.

“Bapak harus bisa memastikan tidak ada pembangunan di PD. PHJ  untuk selamanya bukan menuda sampai lebaran dan Pemerintah Kota Pematangsiantar supaya membatalkan pembangunan”. Ucap Fawer.

Semetara itu Sekda menegaskan akan mempertimbangkan tuntutan para pedagang dan yang pasti tidak akan ada pembangunan kalau seluruh pedagang tidak setuju.

Sekda juga di desak para Pedagang agar membatalkan pembangunan dan mengeluarkan selembar surat yang mengatakan bahwa pemko membatalkan pembangunan serta surat tersebut di desak agar di tanda tangani oleh Sekda Kota Pematangsiantar.

“Kami tunggu sampai sore  surat penyataan dari Pemko yang mendukung pedagang serta membatalkan pembangunan Balairong”. Ucap Fawer Full Fander Sihite. (Jan/AS)

 

Share

Baca Juga