Penasihat Hukum Membuktikan Bahwa Dakwaan dan Tuntutan Jaksa Terhadap Tiga Terdakwa Keliru

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait beredarnya rekaman suara oknum Jaksa di Tahun 2019 lalu, yang diduga adalah rekaman lagi nego uang perkara, namun Jaksa tersebut membantah jika suara di dalam rekaman itu, bukanlah suaranya.

IMG-20200618-WA0013

Adv. Frederiq H Rangkuti, S. H, ketika ditemui di ruangan kerja Kantor Hukumnya.

Jaksa tersebut juga berkilah jika yang menawarkan uang itu adalah Penasehat Hukum ke Tiga Terdakwa, agar tuntutannya bisa menjadi Pasal pemakai yakni Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Namun terjadi perseteruan antara Jaksa dengan Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa. Jika Jaksa tidak terima akan Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar yang memutus Ketiga Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 127.

Jaksa mengatakan jika Penasihat Hukum terdakwa melakukan Jual Beli Hukuman, sehingga ke Tiga Terdakwa di Vonis Melanggar Pasal 127. Adanya, Putusan Pengadilan Negeri Pematangsiantar tersebut, Jaksa langsung menyatakan Banding. Hal itu dikatakan oleh Frederiq Herlambang Rangkuti, S.H selaku Penasihat Hukum ke Tiga Terdakwa. Kamis, (18/06/20).

Frederiq Herlambang Rangkuti, S.H Pengacara muda yang juga salah satu Panesahat Hukum ke Tiga Terdakwa itu mengatakan bahwa Jaksa tersebut secara tidak langsung mengibarkan bendera perang dengan Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa.

“Dengan adanya banding dari Jaksa tersebut, kita Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa merasa tertantang dan Ingin membuktikan bahwa Jaksa itu terlalu memaksakan kehendaknya untuk menjerat Ketiga Terdakwa Dengan Pasal 114.” Sebut Frederiq.

Lanjutnya menambahkan bahwa hasil Banding yang dinyatakan oleh Jaksa tersebut ditolak di Pengadilan Tinggi Medan. Dimana Pengadilan Tinggi Medan menerima kontra Banding Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa. Sehingga Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan Menjatuhkan Vonis 2 Tahun.

“Tak cukup sampai dibanding, Jaksa tersebut mengambil upaya Hukum Kasasi, yang dimana menurut Peraturan Dan Amanah Perundang-Undangan, Jaksa hanya sampai batas Kasasi. Atas adanya kasasi dari Jaksa itu, Kami selaku Penasehat Hukum juga memberikan perlawanan akan Memori Kasasi yang diajukan Jaksa itu ke Mahkama Agung.” Tuturnya.

Selain itu, Pengacara muda itu juga menambahkan jika mereka selaku Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa tersebut, Mampu membuktikan dan menyakinkan bahwa  Ketiga Orang Terdakwa tersebut Melanggar Pasal 127, Amar Putusan Kasasi yang dibacakan pada 22 April 2020 di Mahkamah Agung.

“Mengadili menolak seluruhnya Memori Kasasi Jaksa dan menerima Kontra Memori Kasasi yang diajukan dan disusun Penasihat Hukum Ketiga Terdakwa. Sehingga Ketiga Terdakwa di Vonis selama 1 Tahun 6 Bulan. Dari proses-proses hukum yang ditempuh oleh Jaksa tersebut secara tidak langsung Jaksa tersebut mengaminkan jika dalam mendakwa dan menuntut Ketiga Terdakwa dikarenakan Kemauan Jaksa Tersebut.” Sebutnya. (AS/Red)

Share