Polres Siantar Lamban Tangani Kasus Pengeroyokan, Korban Melapor ke Propam

Salingnews.com- Pematangsiantar. Tiga bulan sudah kasus Pengeroyokan yang dialami oleh R Doloksaribu dilaporkan ke Polres kota pematangsiantar, namun hingga kini pelaku pengeroyokan belum juga ditahan, pada hal menurut korban dan saksi-saksi, Pelaku pengeroyokan inisial GS dan kawan-kawanya sudah jelas-jelas melakukan pemukulan terhadap R Doloksaribu di pasar parlusan pada hari, Senin (9/03/20) yang lalu, namun sayang sampai saat ini para pelaku pengeroyokan belum juga ditahan.

IMG-20200610-WA0011
Hal ini membuat pelapor Roy Doloksaribu merasa kecewa dan khawatir akan terjadi hal yang sama karena lambatnya proses hukum yang dilakukan polres pematangsiantar.

“Pada hal GS dan beberapa orang, sudah jelas melakukan pemukulan terhadap saya dengan cara berulang-ulang dan disaksikan banyak orang, dan diakui pelaku saat dia datang kekantor polisi,” ucap Roy Doloksaribu sebagai korban pengeroyokan, didampingi kuasa hukumnya Christ Januari Nenggolan, SH. Rabu, (10/06/20).

“Pada hal kejadian itu sudah kami laporkannya  ke polres pematangsiantar dengan nomor: STTLP/86/III/2020 dan sesuai dengan nomor laporan polisi nomor:143/III/2020 namun sampai saat ini semua pelaku masih bebas berkeliaran makanya saya dan kuasa hukum saya melaporkan kejadian ini ke Propam.” Kata Roy Doloksaribu menambahkan.

Chirst januari Nenggolan selaku kuasa hukum korban menerangkan bahwa dari awal klaennya sudah lapor polisi, sudah di visum, dan empat orang saksi sudah di periksa, bahkan si GS itu sudah jelas mengakui perbuatanya dihadapan polisi, bahwa benar dirinya melakukan pemukulan terhadap klaen saya, tapi sampai saat ini  pihak Polres Siantar tidak juga melakukan penahanan terhadap GS dan para pelaku lainya, sehingga kami mengangap ada kelalaian dari penyidik.

“Padahalkan sudah jelas jelas memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap semua pelaku pengeroyokan itu, apalagi pelakunya sudah mengaku sendiri bahwa benar dia melakukan pemukulan, selain itu sudah ada saksi 4 orang saksi yang di periksa dan memberikan keterangan dan mengaku benar-benar melihat kejadian pengeroyokan itu, tentu tidak ada alasan bagi penyidik untuk berlama-lama lagi,” tutur Christ.

Atas dasar itulah kami mempropamkan penyidik yang menangani perkara ini yakni Bripda Hilery M Siregar,  Brigadir Ade guntara, Kasat Reskrim Nur Istiono, Kanit Jatantras Ipda Wilson Panjaitan dan Kapolres Pematangsiantar Akbp Budi Pardamean Saragih selaku yang bertanggung jawab di Polres pematangsiantar.

“Karena kita duga sudah tidak menjalankan amanat dan intruksi Kapolda Sumatera Utara bapak Irjen Pol Martuani Sormin, yang mengatakan tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan disumatera utara,” ujar Christ.

Karena ini sudah jelas pelanggaran hukum yang dilakukan secara bersama-sama sebagai mana dijelaskan dalam pasal 170 KUHP, setiap orang yang melakukan kejahatan pengeroyokan dengan terang-terangan diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, sehingga tidak ada alasan untuktidak memproses secara hukum terhadap pelaku kejahatan kerena jelas aturanya. (Tim/Red).

Share