PT STTC Dinilai Tidak Peduli dengan Pendidikan Tinggi di Siantar

scr-1-660x330Ket Foto : Illustrasi

Salingnews.com – Pematangsiantar
Pentingnya pendidikan terhadap manusia mampu mendongkrak pengetahuan, pengembangan diri, keterampilan, dan biasanya akan diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya melalui sistem pendidikan.

Sistem pendidikan dengan metode pengajaran, pelatihan, ataupun penelitian dapat menuntun jati diri seseorang untuk memiliki cakrawala berpikir yang luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan sedemikian rupa bila pemerintah, masyarakat, dan peran perusahaan-perusahaan tidak saling mendukung.

Melihat masih besarnya angka kemiskinan, seakan mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Pun begitu, pemerintah memberikan semangat melalui wajib belajar selama 12 (Dua Belas) tahun. Selain itu, pemerintah juga menyediakan berbagai program terhadap pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan program lainnya.

Dukungan lainnya dapat terlihat dari perusahaan-perusahaan besar yang juga diharapkan responsif untuk mendorong dunia pendidikan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).

Salah satu pendidikan tinggi swasta di Kota Pematangsiantar seperti Universitas Simalungun yang berdiri sekitar tahun 1965 ternyata masih menunjukkan eksistensi di tengah-tengah masyarakat Siantar-Simalungun, Sumatera Utara.

Rektor Universitas Simalungun Dr Corry MSi saat di konfirmasi terkait peran perusahaan-perusahan besar dalam mendukung program pendidikan lewat Corporate Social Responbility (CSR) mengaku seperti PT Sumatera Tobacco Trading Company (STTC) belum menunjukkan bentuk kepedulian sosial terhadap dunia pendidikan di Kota Pematangsiantar.

PT STTC yang berada di Jalan Justin Sihombing, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, menjadi salah satu perusahaan terbesar di Kota tersebut.

“Sampai saat ini, PT STTC belum ada menunjukkan kepedulian sosial melalui CSR mereka terhadap pendidikan tinggi terkhusus Universitas Simalungun, berbeda dengan perusahaan besar lainnya seperti Inalum, PTPN IV, dan perusahaan lainnya,” terangnya, Rabu (08/07/2020).

Dilokasi berbeda, Dewan Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPC HIMAPSI) Kota Pematangsiantar melalui Wakil Ketua Bidang Kkw, Nico Sinaga, menyayangkan atas tidak pedulinya perusahaan besar seperti PT STTC yang belum menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan tinggi di Siantar.

“Disatu sisi, PT STTC banyak menyerap tenaga kerja untuk mengurangi angka pengangguran. Namun jangan lupa atas tanggung jawab moral dan sosial. Kota Pematangsiantar cukup dikenal dengan Kota Pendidikan. Lalu kemudian, bagaimana upaya untuk mendukung hal tersebut?”, ungkap Nico saat ditemui di kantor sekretariat organisasinya, Rabu (08/07/2020).

Ia sangat menyayangkan sekelas perusahaan besar yang berdiam di Kota Pematangsiantar yakni PT STTC tidak menunjukkan bentuk kepedulian sosial melalui program CSR terhadap dunia pendidikan tinggi.

“Banyak putra dan putri di Siantar-Simalungun yang perekonomiannya di bawah rata-rata. Seharusnya PT STTC merasa untuk mendukung pendidikan tinggi lewat program CSR tersebut,” ungkapnya.

CSR atau tanggung jawab sosial lingkungan diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas.

(DD/Tim)

Share