Retakan Bukit di Atas Jembatan Sidua – dua Parapat  Ancam Keselamatan Pengendara

Salingnews.com – Parapat. Material longsor yang menutupi Jembatan Kembar Pabrik Ganjang (Sidua-dua), Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kini sudah dibersihkan petugas gabungan. Jalan yang sempat memutuskan jalur Kota Pematang Siantar-Parapat kini sudah normal dan dapat dilalui kendaraan.

Namun, kendaraan yang melintas diharap berhati hati. Retakan besar di bukit di atas jembatan Sidua-dua itu masih berpotensi longsor dan mengancam keselamatan pengendara.

gambar jambatan sidua dua

Jembatan Kembar Sidua – dua Parapat, Kecamatan Girsangsipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara kini sudah Normal dan dapat dilalui.

“Ada keretakan (tanah) di atas bukit. Jika hujan turun, longsor bisa datang lagi,” ujar Camat Girsang Sipangan Bolon Boas Manik kepada wartawan, Minggu (06/01/19).

Diceritakan Boas, saat membersihkan material longsor di jembatan itu, berulang kali longsor kembali terjadi meski intensitasnya kecil. “Karena itu petugas gabungan bekerja hingga malam untuk membersihkan material longsor. Sekarang jalan sudah bersih. Sudah normal kembali sejak pukul 06.00 Sabtu (05/01/19) sore,” katanya.

Baca Juga :   Akibat Kerakusan Para Perambah Hutan, Jalan Lintas Siantar – Parapat Jadi Incaran Bencana Longsor

Boas mengatakan ke depannya akan dilakukan investigasi untuk mengetahui apa yang menyebabkan keretakan di atas bukit jembatan Sidua-dua itu terjadi. “Nantinya juga akan dilakukan program penanaman pohon bambu di atas bukit, untuk mengantisipasi longsor,” ujar dia.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang melintas di jembatan Sidua-dua, mengingat hari ini terakhir liburan sekolah, Boas mengimbau pengendara memilih jalur alternatif.

“Pengendara dari arah Kota Pematangsiantar menuju Parapat dan Toba Samosir dapat melalui Simpang Palang-Simpang Sitahoan. Yakni ke kanan arah ke Parapat dan ke kiri arah ke Tobasa, Ajibata, Balige, dan Tapanuli Utara,” katanya.

Sebaliknya, kendaraan yang datang dari arah simpang Simarjarunjung dengan tujuan Parapat dan Tobasa, dapat berbelok lanjut ke arah Simpang Palang. “Untuk kendaraan yang datang dari Parapat menuju Siantar, dapat menuju jalan nasional Parapat-Siantar,” kata dia.

Sebelumnya, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II, Bambang Pardede, menjelaskan ada dugaan longsor yang terjadi disebabkan ulah manusia.

“Tercatat sudah sebelas kali longsor terjadi di kawasan itu. Namun yang bervolume besar sekitar tujuh kali,” katanya

Bambang meyakini longsor akan kembali terjadi ketika hujan deras. ” Kenapa? Karena di hulunya sana yang di luar kewenangan kami, sudah terjadi longsor. Kami hanya menerima dampaknya saja,” ujar Bambang.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengingatkan pengendara atau pemudik harus ekstra hati-hati saat melintasi wilayah yang rawan bencana.

“Bagi semua pemudik-pemudik kita, dengan kondisi cuaca yang sedang kurang bersahabat saat ini, untuk memastikan kondisi kendaraan, kondisi stamina untuk selalu fokus pada situasi yang ada, insyaallah selamat sampai tujuan,” kata Edy. (Tim /AS)

Share

Baca Juga