Saat Jokowi Disebut Masuk Dalam Jebakan Batman, Apa Itu?

Salingnews.com – Istilah ‘Jebakan Batman’ mencuat pada Pilpres 2019. Istilah itu diungkapkan Wasekjen PAN Erwin Izharrudin kala menyindir cawapres pilihan Joko Widodo.

“Kubu sebelah ngambil ulama, sebenarnya ini jebakan batman. Karena harusnya wakil presiden Indonesia ini yang ngerti ekonomi, bukan ulama. Agar kita meng-create pengusaha di Indonesia banyak seperti Singapura,” kata Wakil Sekjen DPP PAN, Erwin Izharrudin dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (11/08/18).

jokowi jebakan batman

Jokowi dan Ma’ruf Amin (Foto: Yudhi Mahatma/antara, Nugroho Sejati/kumparan)

Pernyataan Erwin itu erat kaitannya dengan ijtima ulama yang dihelat beberapa waktu lalu. Dalam ijtima itu, mencuat nama Ustaz Abdul Somad (UAS) dan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri sebagai cawapres Prabowo.

Namun, Prabowo rupanya memilih Sandiaga sebagai cawapres. Rekomendasi hasil ijtima ulama itu pun tidak digunakan. Justru Jokowi yang menggandeng Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin sebagai cawapres.

Lantas, apa itu sebetulnya jebakan batman?

Pakar Linguistik Universitas Indonesia Frans Asisi Datang menilai, kata ‘jebakan’ dan ‘batman’ disandingkan untuk menonjolkan kemampuan Batman yang lihai dalam memasang perangkap.

“Batman itu dari film Hollywood. Meskipun dia super Hero, di Indonesia hanya dilihat keahliannya untuk menjebak,” kata Frans dilansir dari¬†¬†kumparan, Sabtu (11/08/18).

Dalam film laga yang ditampilkan, Batman memang kerap bertarung dengan musuh abadinya, Joker. Pertarungan itu kerap dilakukan dengan memasang jebakan satu sama lain.

Oleh sebab itu, makna jebakan batman yang diucap Erwin itu berkaitan dengan seseorang yang masuk perangkap. Dalam hal ini adalah kubu Jokowi yang menjadi korban dari perangkap tersebut.

“Itu sederhana saja. Cukup jelas. Jebakan Batman di sini sama dengan masuk perangkap. Artinya, Jokowi masuk perangkap. Entah siapa yang memasang perangkap itu,” tambah dia.

Frans menjelaskan, ijtima ulama yang disebut-sebut akan menghasilkan cawapres Prabowo itulah yang menjadi perangkapnya. Perangkap itu yang kemudian mendorong agar Jokowi memilih Ma’ruf Amin.

“Jika dibaca secara keseluruhan, yang memasang jebakan itu kaum ulama yang mengajukan calon ulama untuk Prabowo. Namun, sebaliknya, Jokowi lah yang memilih ulama. Jadi, bisa dikatakan bahwa ijtima ulama itu sebenarnya hanya jebakan,” tutup dia. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga