SaLing : “Bangunan Yang Berdiri Diatas DAS, Semua Harus Ditertibkan”

Salingnews.com – Pematangsiantar. Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) diminta agar tegas dalam penegakan peraturan perundang-undangan dengan menertibkan bangunan-bangunan yang berdiri diatas Daerah Aliran Sungai (DAS).

Restaurant-City-450x270

Bangunan Restaurant City dan Hotel  (Studio 21) yang berada di Atas DAS.

Hal itu disampaikan oleh Organisasi Sahabat Lingkungan (SaLing) melalui Kepala Divisi (Kadiv) Juru Kampanye Lingkungan, Trisno Situmorang kepada wartawan Salingnews pada, Sabtu, (02/03/19).

Dari keterangan yang disampaikan Trisno, baru-baru ini muncul pemberitaan bahwa Kepala Satpol PP Siantar, Robert Samosir menyurati pihak Yayasan Perguruan Buddhist Manjusri yang berada di jalan sipiso-piso agar memberhentikan bangunan hingga izin diterbitkan karena diduga berdiri diatas Daerah Aliran Sungai (DAS).

“Ada pernyataan robert samosir di berita online bahwa pihak satpol pp menyurati yayasan perguruan buddhist manjusri agar memberhentikan bangunan hingga izin terbit karena diduga berdiri diatas DAS”, kata Trisno

Diketahui bahwa bangunan tersebut merupakan bangunan yang digunakan sebagai fasilitas tempat menjalankan aktifitas ibadah maupun pendidikan.

Namun Trisno mengungkapkan, bahwa hingga sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pihak Satpol PP untuk melakukan penertiban bangunan Restaurant City atau Lokasi Hiburan Malam ‘Miles’ yang berada di Kecamatan Siantar Maribun yang sudah jelas menyerobot Daerah Aliran Sungai (DAS) Bah Bolon.

“Sudah 3 tahun sahabat lingkungan menyuarakan masalah bangunan miles ini, namun sampai sekarang tidak ada tindakan dari pemko siantar melalui satpol pp untuk menertibkan bangunan hotel milik pengusaha tersebut”, ucap pria yang merupakan mahasiswa jurusan menejemen USI ini.

Dia mengaku geram terhadap Pemerintah Kota Pematangsiantar dibawah kepemimpinan Hefriansyah Noor, dan Satpol PP dibawah Robert Samosir, karena menurutnya ‘tak bertaring’ melawan pengusaha.

Hal itu berbanding terbalik dengan bangunan-bangunan lainnya yang dianggap menyalahi peraturan. Meski diduga sama-sama melanggar, namun bangunan milik masyarakat kecil langsung ditertibkan.

“Kita setuju bangunan perguruan buddhist manjusri ini segera ditertibkan, tapi harapan kita pemerintah juga harus adil, jangan hanya beraninya sama bangunan untuk ibadah atau pendidikan, tapi bangunan hotel milik pengusaha, pemerintah tidak berani. Harusnya bangunan yang berdiri diatas DAS, semua harus ditertibkan, termasuk miles studio hotel”, tegas trisno

Mengenai bangunan Restauran City ‘Miles’, dari awal sejak bangunan tersebut didirikan 3 tahun lalu, SaLing telah berulangkali menyuarakan masalah ini kepada Pemko Pematangsiantar. Bangunan tersebut dinilai melanggar aturan karena telah berdiri diatas Daerah Aliran Sungai (DAS) dan juga telah melewati batas Garis Sempadan Bangunan (GSB) sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No 38 Tahun 2011 Tentang Sungai. (Tan/AS)

Share

Baca Juga