Satgas C-19 Tindak Tegas Kerumunan di Toko Roti Ganda, Warga Minta Jangan Tebang Pilih

Salingnews.com – Pematangsiantar | Meski saat ini Kota Pematangsiantar masuk ke dalam zona oranye, masyarakat tetap diimbau agar selalu mengikuti ataupun mematuhi protokoler kesehatan. Hal itu disampaikan langsung kepada awak media oleh Daniel Siregar selaku juru bicara Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar, Selasa siang, (5/01/2021).

Sel_5_01_2021_13_34_51Ket. Foto : Azahari Nasution Salah Seorang Warga (kiri) dan Daniel Siregar Selaku Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar (kanan)/dd

Terhitung sejak tahun lalu hingga pada saat ini, jumlah yang dikalkulasi oleh Tim Satgas Penanganan Covid-19 disebutkan sudah mengalami penurunan. Daniel mengatakan, bahwa pada saat sebelum pilkada tahun lalu, jumlah tersebut sudah di bawah angka 50 yang dirawat dan diisolasi mandiri.

“Sebelum pilkada, jumlahnya sudah cenderung menurun. Sehingga masuk ke zona oranye. Sudah di bawah angka 50 yang dirawat dan diisolasi mandiri. Tapi, sekarang sudah naik di angka 100 lebih. Namun yang sembuh juga banyak. Angka yang sembuh sudah mencapai 540 sampai saat ini. Jadi, jumlah sekarang ini, 540 yang sembuh ditambah 119 yang dirawat, kemudian ditambah 17 yang meninggal dunia. Belum termasuk yang suspek akibat Covid-19. Dan yang lebih banyak itu justru berstatus OTG. Kalau yang dirawat di rumah sakit tidak lebih dari 30, ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, Tim Satgas Penanganan Covid-19 telah melakukan tindakan tegas terhadap pengunjung di Toko Roti Ganda, di Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar. Kejadian itu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pemerhati dan masyarakat.

Daniel mengatakan bahwa Satgas Penanganan Covid-19 melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tetap melakukan imbauan. Sebelum dilakukan penindakan tegas, Daniel menjelaskan bahwa sudah disampaikan imbauan agar mengikuti protokoler kesehatan.

“Imbauan dulu yang kita sampaikan, bila imbauan tidak diindahkan maka kita turun untuk menindak tegas. Yang kita harapkan ada kesadaran dari pihak pengusaha untuk mematuhi protokoler kesehatan terutama kepada para pelayan. Kalau pelayannya terpapar, siapa yang akan kena selanjutnya? Pengunjung tidak semuanya berasal dari Siantar, bahkan banyak juga dari luar kota. Kita berharap para pengusaha cafe atau sejenisnya jangan hanya memikirkan keuntungan. Akan tetapi marilah kita untuk sadar bersama, tambahnya.

Usai turunnya Satgas Covid-19 beberapa waktu lalu, tampak para pengunjung mulai diberlakukan tertib dan mematuhi protokoler kesehatan.

Salah seorang warga bernama Azahari Nasution yang ditemui di salah satu kedai kopi di Jalan Kartini, ia mengatakan sangat mengapresiasi tindakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar terhadap Toko Roti Ganda. Selain itu, ia juga meminta agar berlaku adil kepada siapa saja yang tidak mematuhi protokoler kesehatan.

“Pertama, saya sangat mengapresiasi tindakan Tim Satgas Penanganan Covid-19 yang turun langsung untuk memantau dan membubarkan kerumunan pengunjung di Toko Roti Ganda, Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar. Namun, kita meminta agar jangan tebang pilih ataupun pilih kasih. Tempat kerumunan yang lain juga harus dipantau. Sama halnya seperti cafe, departemen store atau swalayan, tempat hiburan malam, dan masih banyak. Terkhusus di seputaran Jalan Kartini, ada tempat yang sering melakukan live music, dan berpotensi tidak mematuhi protokoler kesehatan. Satgas Penanganan Covid-19 agar lebih intensif lagi untuk melakukan pemantauan, agar tidak menimbulkan paradigma negatif ataupun stigma negatif terhadap Satgas, tutupnya.

(DD/Red)

Share