Selama Berstatus Siaga Gunung Agung Sudah Erupsi 5 Kali

Salingnews.com – Gunung Agung kembali meletus pagi tadi, Rabu (11/04/18). Tampak asap kelabu membubung setinggi 500 meter dari puncak kawah. Ini merupakan erupsi kelima kalinya pasca statusnya diturunkan ke level 3 atau siaga pada 10 Februari 2018.

Sebelum erupsi hari ini, Gunung Agung mengalami erupsi pada tanggal 6 April 2018, 26 Maret 2018, 11 Maret 2018 dan 13 Februari 2018.

erupsi gunung agung 2017

Erupsi Gunung Agung 2017 (Foto:  Cisilia Agustina Siahaan/kumparan)

Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG D

evy Kamil Syahbana menyampaikan hingga saat ini ketinggian asap maksimum terjadi pada erupsi 13 Februari 2018 yaitu 1.500 meter dari kawah.

Terkait gempa bumi yang terjadi dari sekitar Bali, Devy menyampaikan tidak semuanya terkait aktivitas vulkanik Gunung Agung.

“Tidak semuanya yang berkaitan, hanya di sebelah utara Gunung Agung. Misalnya ada informasi gempa oleh BMKG, yang umum berpengaruh dengan Gunung Agung, itu dari sektor utara,” ujar Devy saat dikutip dari media kumparan (kumparan.com), Rabu (11/4).

“Kalau kita buat garis horizontal dari atas Gunung Agung, untuk gempa tektonik lokal dari sektor utara, tapi kalau gempa vulkanik bisa dari mana saja, terkonsentrasi dekat dengan gunungnya, paling banyak di sektor barat dan barat laut,” jelas Devy.

Terkait kegempaan, menurut Devy, rata-rata setelah diturunkan statusnya ke level siaga per 10 Februari lalu, masih di bawah 10 gempa vulkanik per harinya. Ini menunjukkan, masih ada aktivitas magma di dalam Gunung Agung.

Meskipun perubahan aktivitas Gunung tidak signifikan, tapi erupsi masih bisa terjadi kapan saja. Itulah sebab sampai saat ini Gunung Agung masih berada di level siaga.

“Kalau dari kegempaan vulkanik, masih berfluktuasi, rata-rata maksimalnya di bawah 10 gempa vulkanik per hari. Karena masih terjadi gempa vulkanik masih ada pergerakan di magma, walau belum signifikan. Mengapa masih di Siaga karena ada potensi erupsi,” jelas Devy.

“Level 3 kan lebih dekat ke 4 (Awas). Jadi dia belum kembali stabil. Kalau dari data, perubahan yang signifikan memang belum, tapi belum tahu ke depan karena perubahan gunung api bisa terjadi cepat. Tidak bisa diprediksi,” tandasnya.

Ia menyampaikan sejauh ini rekomendasi PVMBG masih sama, yakni daerah ancaman bahaya letusan Gunung Api Agung berada 4 km dari kawah.  Jika memang ada perubahan, PVMBG akan mengkomunikasikan segera hal tersebut. (Red)

Sumber : kumparan.com

Share

Baca Juga