Sesak dan Batuk Akibat Debu, Warga Kelurahan Tambun Nabolon Blokir Jalan

Salingnews.com – Pematangsiantar
Warga Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar, merasa resah akibat paparan debu yang berasal dari kendaraan berat (dumptruck) pengangkut tanah yang melintas.

IMG_20200718_150722Ket Foto : Warga Jalan Basuh Tangan, Kelurahan Tambun Nabolon, Kecamatan Siantar Martoba, Lakukan Aksi Protes Dengan Cara Pemblokiran Jalan.

Pasalnya, setelah sebulan lebih lamanya warga merasakan dampak polusi udara berupa debu dari mobilitas dumptruck pengangkut tanah, sehingga warga melakukan aksi protes dengan memblokir jalan, Sabtu (18/07/2020).

Pantauan media Salingnews.com saat berada di lokasi, beberapa truk pengangkut material tanah tidak dapat melintasi jalan tersebut dan dipaksa untuk berbalik arah.

Informasi yang dihimpun, diketahui bahwa ada aktivitas pekerjaan proyek perumahan yang tak jauh dari lokasi pemblokiran jalan oleh warga tersebut. Pekerjaan proyek perumahan yang dikerjakan oleh PT Lekerkam Perkasa Sinergi/Roy Anhar Sinambela, diprotes warga lantaran adanya aktivitas pengerukan tanah/pemerataan tanah untuk mendirikan perumahan yang menggunakan alat berat dan beberapa dumptruck melintasi Jalan Basuh Tangan, Kelurahan Tambun Nabolon.

Menurut beberapa keterangan dari warga, polusi udara berupa debu yang ditimbulkan dari mobilitas dumptruck pengangkut tanah mengakibatkan terganggunya kenyamanan warga.

“Keberatan kami disini karena ada penggalian tanah. Akhirnya jalan kami khususnya perumahan Polisi Bhayangkara Permai rusak dan kami memakan debu. Saya sampai batuk, sesak dan membuat saya berobat ke puskesmas,” terang Ibu Saragih dan Siagian.

Lurah Tambun Nabolon, Pedi Arianto Sitopu saat berada dilokasi aksi protes warga mengatakan sedang berupaya melakukan mediasi atas permasalahan warganya. Ia menegaskan siap membantu warganya bila pihak pengembang terbukti melakukan kesalahan dan merugikan warga.

“Sudah saya berikan solusi, jadi posisi saya di tengah sebagai mediator antara warga dengan pihak pengembang. Pengembang juga harus dilindungi karena sudah miliki izin. Tugas saya juga mengedukasi warga. Kalau saya sih, bagaimana supaya kondusif,” terang Pedi.

Ia juga berharap agar permasalahan saat ini dapat terselesaikan antara warga dengan pihak pengembang.

“Saya berharap permasalahan ini secepatnya selesai. Kalau pengembang tidak mengerjakan sesuai izin yang diberikan ataupun SOP (Standar Operasional Prosedur), saya siap dibelakang warga,” tegasnya.

Koordinator perwakilan warga, Agus Siahaan menerangkan permasalahan yang sedang mereka hadapi dengan pihak pengembang.

“Dari awal pembangunan, warga sangat menyambut dan tidak pernah menghalangi yang namanya pembangunan. Ada tanah yang dipindahkan dengan cara pengerukan dari lokasi perumahan itu. Pengerukan itu sudah lebih dari 2 bulan. Sebelumnya warga sudah membuat pertemuan agar adanya penyiraman terhadap jalan yang berdebu dan jalan yang rusak agar diperbaiki,” terang Agus.

Ia menyesali hasil dari pertemuan pertama tidak disikapi sehingga membuat warga Kelurahan Tambun Nabolon mengambil tindakan dengan melayangkan surat kepada Pemerintah Kota, DPRD Pematangsiantar, Kepolisian, dan Babinsa (Bintara Pembina Desa).

“Ada sekitar 88 warga yang membubuhkan tanda tangan meminta aktivitas pengerukan tanah dari lokasi perumahan tersebut untuk dihentikan,” ungkapnya.

Pantauan media hingga saat ini, segala aktivitas pengerukan tanah di lokasi perumahan terhenti akibat dari pemblokiran jalan yang dilakukan oleh warga.

Penulis : Dedi Damanik
Editor : Dedi Damanik

Share