Sumut Watch : Pengerukan Tanah di Tanjung Tonga Bukan Galian C

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait adanya dugaan Galian C, yang di sebut milik Pardede di Tanjung tongah, Kecamatan Siantar Martoba Kota Pematangsiantar, melalui kuasa hukumnya Daulat Sihombing, SH, MH dari Sumut Watch menggelar konferensi pers di Monalisa Arrow Cafe, Jalan Atteleri, Kelurahan Bukit Sofa, Pematangsiantar. Kamis (29/08/19) sekitar pukul 11 : 00 Wib.

IMG_20190829_132059~2

Daulat Sihombing, SH, MH., (kiri) Kuasa hukum Rusli Getruda boru Manullang (tengah) dan Ferdinan Marcos Pardede alias Ucok Pardede (kanan), usai menggelar konferensi pers. 

Dalam Konferensi Pers, yang menghadirkan Rusli Getruda boru Manullang dan Ferdinan Marcos Pardede selaku pemilik tanah tersebut. Daulat Sihombing menyampaikan bahwa aktivitas yang dilakukan kliennya di Tanjung Pinggir dan Tanjung Tongah Kecamatan Siantar Martoba tersebut bukan Galian C, namun hanya aktivitas pengerukan dan pemerataan tanah yang mengunakan Escapator di lokasi tanah kaplingan milik kliennya tersebut.

“Aktivitas tersebut bukan Galian C, namun meratakan tanah,”jelas Daulat, kepada sejumlah awak media.

Lebih lanjut Daulat menyampaikan bahwa tindakan polisi yang menggerebek, menyegel dan mempolice line lokasi maupun peralatan milik kliennya adalah kesemena -menaan dan tidak berdasar.

“Kita harus pahami benar, apa yang dimaksud dengan Galian C. Kalau dibilang ada pekerjaan pengerukan tanah, ya ada, ada pemindahan tanah dari lokasi ada. Namun tidak lantas hal tersebut bisa disebut galian C,” tegas Daulat.

Ia tak menepis jika kliennya ada melakukan pengerukan dan pemeratan tanah dengan menggunkan escvataor di lokasi tanah kaplingan di sana.

“Beberapa waktu lalu, ketika klien kami, melakukan aktivitas pengerukan Tanah, menggunakan Escapator, di Tanjung Pinggir dan Tanjung Tonga, tiba – tiba didatangi sejumlah petugas dari Polres Pematangsiantar mereka menduga klien kita melakukan usaha dan aktivitas Galian C,” sebut Daulat Sihombing.

Menurut Daulat, tindakan Polres Pematangsiantar melalui Sat Reskrim yang melakukan penggerebekan dan disusul penyitaan sangat terindikasi kuat sebagai bentuk kriminalisasi dan penyalahgunaan jabatan

Atas hal tersebut, pihaknya pun akan melakukan upaya hukum ke depannya.

Dijelaskan lagi, bahwa kliennya tidak pernah ada usaha atau aktivitas Galian C di Tanjung Pinggir maupun di Tanjung Tonga. Kliennya hanya melakukan pengerukan tanah dan pemerataaan tanah di dua lokasi tanah kapling milik marga Pardede atau milik Rusli Getruda boru manullang tersebut.

“Sesuai surat keterangan Lurah Pondok Sayur No : 593.2/1597/2186/201/PS – 2010 tertanggal 24 September 2008 dan Surat Penyerahan Sebidang Tanah, an Agnes Astrid Nasution Selaku Pihak 1 (Penjual) dan Rusli Getruda Manullang selaku Pihak II (Pembeli) di Tanjung Pinggir dan satu lagi di Tanjung Tonga, sesuai SHM No. 171, tertanggal 11 Januari 1992 an. Vitria Malela Pardede (Anak Rusli Getruda Manullang) yang terbitkan oleh BPN Pematangsiantar,” kata Daulat menjelaskan kepemilikan tanah tersebut.

Sebelumnya, aktivitas pengerukan tanah milik marga Pardede dan boru manullang di tanjung pinggir tersebut, menjadi tranding topik sejumlah media atas dugaan aktivitas Galian C dan Pengerebekan dari Polres Pematangsiantar tersebut. (AS/Red)

Share

Baca Juga