Terbongkar! Malaysia Marah Dijadikan Tong Sampah Plastik Dunia, Indonesia Juga Harus Waspada

Salingnews.com – Malaysia membongkar penyelundupan sampah plastik dari berbagai dunia setelah ratusan kontainer tertangkap di Pelabuhan Barat, Pelabuhan Klang.

7d9f3fdb-9a62-44a7-956a-c5fae667f0e0

Tak mau berkompromi, Yeo Bee Yin memerintahkan untuk memulangkan kembali sampah plastik itu ke negara asal.

Sejak temuan sampah plastik di pelabuhan tersebut, Yeo Be Yin menggelar operasi di seluruh pelabuhan di seluruh Malaysia.

Hasilnya, total ada 123 kontainer berisi sampah plastik yang diimpor dari berbagai negara maju.

“Hasil 10 operasi terpadu yang dilakukan, kita menemukan 123 kontainer dan mendapati banyak pihak menyeludup sampah ke Malaysia,” katanya.

Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin mengatakan , penemuan itu menunjukkan wujud penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan pihak tertentu di pelabuhan negara ini.

Bee Yin ketika menjelaskan, dari hasil penyelidikan terhadap semua kontainer, sampah itu diimpor dari Inggris, Amerika Serikat, jepang, China, Spanyol, Kanada, Australia, Belanda, Jerman, Arab Saudi, Singapura, Bangladesh, Norway dan Perancis.

Malaysia menjadi sasaran impor sampah plastik itu diduga karena China sudah menghentikan impor sampah plastik.

“Kita serius dalam isu ini. Kita sudah kenal pasti perusahaan pengimpor ini,” katanya seperti dilansir Berita Harian Online.

Ketika ditanya bagaimana Malaysia akan meminta negara asal mengambil semula sampah plastik tersebut, Yeo Bee Yin mengatakan, pemerintah akan menggunakan Konvensi Basel terkait hal ini.

“Malaysia menandatangani Konvensi Basel mengenai pengawasan pembuangan toksik dan limbah berbahaya. Jadi, kita bisa memaksa negara asal untuk mengambil kembali sampah ini serta menanggung semua biaya,” katanya.

Yeo Bee Yin juga mengatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan terhadap seluruh pejabat yang terlibat dalam skandal ini.

Pemerintah Malaysia memberikan waktu selama 14 hari untuk mengekspor kembali semua sampah itu ke negara asal.

Yeo Bee Yin mengatakan, pihaknya sudah tahu pasti perusahaan lokal yang terkait dalam hal ini.

Pada Oktober tahun lalu, pemerintah Malaysia menghentikan izin impor sampah plastik.

Kepada media, Yeo Bin menegaskan bahwa sebanyak 60 kontainer yang berisi 3.000 metrik ton sisa sampah akan dikembalikan ke negara asal.

Dalam waktu dekat, pihaknya mengarahkan 10 kontainer berisi 450 metrik ton sampah untuk dikembalikan ke Australia, Amerika Serikat, Kanada, Arab Saudi, Jepang, China dan Bangladesh.

“Ini adalah pengiriman tambahan setelah pengiriman lima kontainer ke Sepanyol pada April lalu,” katanya.

Yeo Bin juga mengatakan, dari hasil penyelidikan, sebuah perusahaan sudah menyeludup sampah plastik ke negara ini sejak dua tahun lalu, melibatkan 1.000 kontainer atau sekitar 50.000 metrik ton sisa sampah plastik.

Perusahaan ini merupakan perusahaan asing yang bermarkas di Inggris dengan kedok sebagai perusahaan pengolahan plastik di Malaysia.

“Walaupun Malaysia negara yang kecil, kita tidak seharusnya dibuli oleh negara maju. Kita akan terus berkerja keras untuk pastikan kegiatan menyeludup sampah ini tidak lagi terjadi kerana Malaysia bukan tempat pembuangan sampah,” katanya.

“Rakyat juga diingatkan supaya tidak berdamai dengan kegiatan ini, apalagi menjadi pengkhianat negara,” katanya.

Terbongkarnya impor sampah plastik di malaysia ini tentu harus membuat Indonesia waspada karena perusahaan-perusahaan tersebut akan mengincar Indonesia jadi tong sampah baru. (Red)

Sumber : TRIBUNBATAM.id,

Share

Baca Juga