Terkait Pengaduan Tjaw Kim Pasal Penipuan oleh oknum Pejabat Negara, SaLing : Itu Persekongkolan Untuk Menjual Aset Negara

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait adanya pengaduan seorang pengusaha yang bernama Tjaw Kim ke Polres Pematangsiantar atas Pasal Penipuan yang dilakukan oleh Pejabat Negara, Mantan Camat Siantar Barat M Hamam Soleh dan Asmawati yang mengakibatkan Tjaw Kim mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta.

IMG_20190526_144939_956-750x563

Tjaw Kim (Kiri) M Hamam Soleh Kabag Humas Pemko Siantar (Kanak)

Menurut juru bicara Sahabat Lingkungan (SaLing) Hanter Orioko Siregar SH, bahwa SaLing berterimakasih kepada Tjaw Kim atas pengaduan tersebut karena dengan adanya pengaduan tersebut terbuka tabir adanya indikasi persekongkolan pejabat negara untuk menjual aset negara. Minggu (09/06/19).

“Jadi kita minta kepada polisi untuk tidak berhenti kepada Pasal penipuan tapi lebih kepada adanya indikasi korupsi merujuk dari KUHP Pasal 424 jo Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tetang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan korupsi atas percobaan penggelapan aset negara”. Sebut Hanter dengan tegas.

Lanjutnya menambahkan bahwa dalam kasus itu juga sudah memenuhi unsur pidana korupsi. Jadi bukan lagi delik aduan, dan seharusnya polisi sudah meningkat status hukum pidana khusus UU korupsi.

“Karena menurut kaca mata hukum, ini sudah memenuhi unsur, Pertama M. Hamam Soleh adalah pejabat negara yaitu camat pada saat itu, yang artinya pastilah camat mengetahui apa aja yang menjadi aset Negara, aset Provinsi, aset Daerah, batas-batas wilayah di daerahnya, jadi inikan sudah memenuhi unsur pidananya.
Yang kedua Tjaw kim adalah pengusaha yang terindikasi bersengkongkol dengan Pejabat Negara”. Ucap Juru bicara SaLing itu.

Hanter juga menjelaskan bahwa pengusaha itu ada dua, kalau dia pengusaha baik pastilah dia membeli tanah yang jelas asal usul tanah tersebut, punya sertifikat, tidak dalam berperkara, maka dia mau membeli. Tapi kalau dia pengusaha tidak baik atau sering kita sebut pengusaha hitam, dia tidak peduli sertifikat atau asal-usul tanah, justru malah dia lebih senang membeli tanah yang tidak jelas asal-usulnya, karena dia punya koneksi untuk mengurus itu.

“Coba kita berpikir logika Tjaw kim mau memberikan uangnya sampai 300 juta untuk membeli tanah yang tidak jelas asal-usulnya, bahkan tidak punya sertifikat. Artinya ini sudah ada unsur indikasi pidana korupsi”. Katanya.

Maka untuk itu kita minta kepada polisi untuk menyelidiki adanya tindakan korupsi terhadap kasus tersebut dan kami dari SaLing juga akan memantau kasus tersebut hingga ke proses hukumnya dan kita akan surati kapolres untuk mempertanyakan kasus itu.

“Jangan- jangan sudah banyak aset negara yang sudah digelapkan? Kitakan tidak tahu itu tapi perlu ada antisipasi dari kita semua untuk menjaga aset negara dari tangan-tangan jahil”. Sebutnya.

Sementara itu hingga berita ini di terbitkan, Kapolres Pematangsiantar belum berhasil di mintai keterangannya terkait Kasus tersebut. (Tim/AS)

Share

Baca Juga