Teror di Penghujung Tahun, Ketua NGKPS Resort Sondi Raya: Tetap Tenang dan Waspada

Salingnews.com – Simalungun | Aksi teror di Sigi bukanlah kasus pertama dalam kasus terorisme di Indonesia pada saat menjelang hari besar termasuk Natal dan Tahun Baru. Kasus terorisme yang berada di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada hari Jumat 27 November 2020, sekitar pukul 09.00 WITA menewaskan 4 orang, keempat korban itu yakni Yasa, Pinu, Pedi, dan Naka.

Informasi yang dihimpun, keempat korban merupakan anggota jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan. Perbuatan itu sangat tidak manusiawi, para korban dipenggal dan satu korban dibakar kemudian beberapa rumah ikut juga dibakar.

Tindakan yang tidak manusiawi itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan diantara warga bangsa.

IMG-20201202-WA0010Ket. Foto: Harry David Levi Lingga/tim

Menanggapi hal ini, Harry David Levi Lingga, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Simalungun itu mengatakan bahwa tindakan yang tidak manusiawi itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan serta mengancam keamanan dan keselamatan di tengah masyarakat.

Dia juga menyampaikan agar pemerintah belajar dari kasus tersebut dan berharap agar pemerintah harus memberi rasa aman kepada masyarakat dalam merayaakan Natal dan Tahun Baru. Bukan hanya di Desa Lemba Tongoa, Kabubaten Sigi, tapi di seluruh daerah di Indonesia. Jangan sampai masyarakat dalam keadaan mencekam dan merasa terancam dalam beribadah memperingati kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat Yang Turun Kedunia serta merayakan Tahun Baru.

Ketua GMKI Komisariat USI masa bakti 2019-2020 itu menyampaikan pada saat pandemi Global Covid-19 pemerintah menganjurkan agar seluruhnya belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah.

Dan untuk melaksanakan anjuran pemerintah itu, banyak gereja yang melaksanakan perekaman (Live Streaming) ibadah yang dilakukan beberapa orang termasuk Pendeta dan Majelis Jemaat didalam gereja sebagai panduan bagi jemaat-jemaat yang berada di rumah dalam melaksakan ibadah online.

Dia juga berharap apabila ada pengurus gereja yang meminta pengamanan dari pihak kepolisian dalam proses peliputan peribadahan di lingkungan gereja, agar polisi dengan sigap dan dengan senang hati untuk mengawal serta memberikan kenyamanan dan keamanan kepada masyarakat (Jemaat) dalam merayakan ibadah Natal dan Tahun Baru

Ketua Namaposo (Pemuda) GKPS Resort Sondi Raya itu juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga persatuan sambil tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Harus tetap tenang, waspada, dan menjaga persatuan. Dalam merayakan Natal dan tahun baru harus tetap menjalankan protokol kesehatan, baik rajin mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak,” tutupnya. (Tim/Red)

Share