TOPAN RI Sumut Minta Kios – Kios, Dipinggir Jalan Lintas Parapat “Sibaganding” Ditertibkan Dan Dibongkar

Salingnews.com – Simalungun. Tujuan pemerintah pusat untuk mengembangkan wisata di parapat sebaiknya di dukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Simalungun. Hal itu  dikatakan oleh Simon Nainggolan selaku kadiv Investigasi TOPAN RI Sumatera Utara. Bahwa sangat perlu peran aktif dari pemerintah setempat, untuk penataan, layanan dan sebagainya. Senin (17/09/18).

Simon Menyebutkan bahwa  divisi investigasi TOPAN RI Sumut telah mendapat jawaban Surat resmi mengenai izin dari kios kios yang berada di pinggir jalan Lintas parapat tepatnya di sekitaran desa Sibaganding  Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun.

Kios di pinggirjalan parapat

Bangunan Kios – kios yang berada di pinggir jalan Parapat desa Sibaganding serta berada di lereng Gunung yang rawan Lonsong dan tidak memiliki izin

Lanjutnya menyampaikan bahwa menurut Dinas Pelayanan Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemkab Simalungun melalui suratnya  mengatakan bahwa belum ada izin yang diterbitkan untuk kios kios yang berada dipinggiran jalan parapat atau di desa Sibanganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon tersebut.

“Bila perizinan belum ada mengeluarkan izin terhadap kios kios itu, sebaiknya Pemkab Simalungun segera menertibkan. Karena hal ini telah melanggar peraturan. Mengapa kios kios di tepian jalan itu bukannya ditertibkan dan di bongkar, malah belakangan ini kelihatan semangkin bertambah. Dulu kita dapat memandang dengan bebas ke arah danau toba bila kita melintas. Tapi sekarang pemandangan indah itu tertutup oleh kios kios itu.” Tutur Simon.

Tambahnya lagi bahwa  perlu dilakukan penataan, karena belum ada diterbitkan izinnya.

“Sebaiknya Pemkab bertindak tegas terhadap kios kios yang dapat dikatagori liar itu karena belum ada izinnya. Bukan malah membiarkan dan sekarang lagi malah bertambah”.Sebutnya.

Lanjut Simon Nainggolan menambahkan bahwa TOPAN RI Sumut  meminta kepada Pemkab Simalungun untuk segara menertibkan atau membongkar  bangunan bangunan kios tersebut.

“Kita semua berharap Pemerintah kabupaten Simalungun mau mendukung pemerintah pusat dalam pengembangan danau toba menjadi wisata dunia. Dan dengan dibongkarnya kios kios yang belum berizin ini, kita dapat kembali menikmati keindahan pemandangan ke danau toba saat melintas ke parapat. Pandangan kita tidak terhalang lagi oleh kios kios itu”. Ucapnya,

Selain tidak memiliki izin, menurut Simon Nainggolan Bangunan Kios – kios itu Juga diduga tidak memiliki standart keamanan.Hal itu dikarenakan bahwa  tiang tiang pundasi yang relatif kecil dan bertumpu pada jurangan yang berpotensi rawan longsong.

“Bila pengunjung danau toba singgah dan duduk di kios kios itu, dapat dikatagorikan berbahaya”.Ucap Simon

Hal ini sebaiknya menjadi perhatian khusus buat pemkab Simalungun. Seperti kita ketahui kejadian yang memilukan kejadian KM. SINAR BANGUN. Ini tidak terlepas dari kurang tegasnya dinas terkait yang berimbas pada musibah memilukan.

“Kita berharap hal serupa tidak terjadi lagi dan oleh karena itu Pemkab Simalungun kami mintakan untuk tidakan tegasnya terhadap kios kios di tepian jalan parapat yang belum memiliki izin untuk dibongkar dan meninjau ulang standart bangunan bila ada izinnya demi keamanan wisata di danau toba”.Tutup Simon. (AS/Red)

Share

Baca Juga