Unjukrasa Pedagang Balimpel Bentrok Dengan  Polisi, Kordinator Aksi Terluka

Salingnews.com – Pematangsiantar. Ratusan massa yang mengatasnamakan Aliansi Pedagang Balimpel  ( Balairong, Kaki Lima, Kios Tempel) serta di dampingin Mahasiswa mengelar aksi Unjukrasa di Kota Pematangsiantar. Selasa (08/05/18).

Kordinator Aksi David Marpaung

Kordinator Aksi David Marpaung dengan kondisi terluka di bagian kepala saat di wawacarai media.

Aksi Unjukrasa Pedagang Balimpel  di Jalan Merdeka menuju Jalan Sutomo untuk menyampaikan aspirasinya di tengah – tengah masyarakat Kota Pematangsiantar. Para Pedagang  menolok Pembangunan Pasar Balairong yang dianggap merupakan upaya pengusuran dikarena tidak adanya pedagang dari Aliansi Pedagang Balimpel yang mampu membayar sekitar Rp 65 Juta.

Namun unjukrasa para Pedagang langsung di hadang sejumlah Personil dari pihak Keamanan Polres Pematangsiantar yang mengakibatkan terjadinya bentrok dengan Pengunjukrasa.

BacaJuga :

Kordinator Aksi David Marpaung saat di wawancarai sejumlah media mengatakan bahwa pihaknya sedang melangsungkan unjukrasa di Jalan Sutomo namun langsung di hadang Pihak Polres Pematangsiantar.

“Saya dan kawan – kawan mahasiswa langsung di tarik dari barisan massa, setelah saya di tarik dari barisan, saya di pukuli di dalam mobil polisi, sehingga kepala saya terluka dan di bagain tangan serta kaki juga di pukul”. Ucap Kordinator Aksi setelah di bebaskan dari Kantor Polres Pematangsiantar .

Sementara itu GMKI Siantar – Simalungun selaku salah satu elemen mahasiwa yang ikut berjuang bersama pedagang Balimpel menyesalkan tindakan petugas kepolisian yang memperlakukan mahasiswa dan pedagang seperti binatang.

“Teman-teman mahasiswa dan pedagang dipukuli, ditendang, diseret. Ada sebanyak 8 Orang kami yang di perlakukan seperti itu ”  ujar Sekretaris Cabang GMKI Lampola Sitorus. (Tim/AS)

Share

Baca Juga