WALHI Sumatera Utara Mendesak Bank Of China Untuk Hentikan Pendanaan Proyek PLTA Batang Toru

Salingnews.com – Medan. WALHI Sumatera Utara menggelar aksi kampanye di depan Bank Of China Medan, di Jalan Balaikota No.1 Kesawan Medan pada Rabu 30 Januari 2019. Aksi dilakukan untuk mendesak Bank Of China menghentikan pendanaan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru milik PT. North Sumatera Hydro Energy.

Seperti diketahui bahwa Bank of China  merupakan lembaga yang saat ini masih  mendanai proyek yang disebut merusak ekosistem tersebut. (30/01/19).

plta batang toru

WALHI Sumatera Utara saat berunjukrasa di Medan.

Aksi tanpa orasi ini dilakukan dengan membawa spanduk dan poster-poster yang berisi penolakan terhadap proyek tersebut. Terlihat seseorang memakai kostum Orangutan sebagai bentuk simpatik terhadap ekosistem Batang Toru sebagai habitat mereka.

WALHI Sumatera Utara meminta Bank Of China mengambil langkah seperti Bank Dunia yang sudah lebih dulu menarik pendanaannya dari proyek yang disebut sebagai lonceng kematian bagi Orangutan Tapanuli. Ditemui saat aksi, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumatera Utara Dana Tarigan menyampaikan bahwa Bank of China seharusnya tidak mendanai proyek yang membawa dampak besar terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Seharusnya Bank of China membatalkan dan menarik pendanaan untuk proyek itu. Sebab proyek ini kan banyak membawa dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat. Itu kan bertentangan dengan pedoman pembangunan hijau yang dicanangkan Pemerintah Tiongkok itu sendiri”. Ujar Dana.

“Pemerintah Tiongkok juga memiliki kebijakan perbankan berkelanjutan seperti Green Credit Guidelines dan prinsip – prinsip dasar Belt and Road Initiative (BRI). Masa iya mendanai proyek ini. Artinya sudah bisa ditarik pendanaannya agar proyek ini tidak berlanjut” Tambah Dana.

Selain aksi kampanye, WALHI Sumatera Utara menyerahkan surat permohonan kepada Bank of China untuk segera menghentikan proyek ini. Surat di dalam amplop berwarna cokelat diserahkan oleh Golfrid Siregar selaku ketua kuasa hukum WALHI Sumatera Utara kepada pihak Bank of China. Sebelum penyerahan surat permohonan, sempat diwarnai adu mulut antara media yang meliput dengan pihak keamanan Bank of China.

”Kita sudah menyerahkan surat permohonan ini kepada pihak Bank of China. Meskipun tadi kita sempat ribut dengan pihak keamanan karena pada saat penyerahan kita hadir bersama massa aksi yang membawa spanduk dan teman-teman media”. Ujar Golfrid

“Ya harapannya surat permohonan kita ditindaklanjuti oleh Bank of China dan proyek ini tidak dilanjutkan pembangunannya” Tambah Pengacara WALHI itu. (AS/Red)

Share