Walikota Lecehkan Suku Simalungun, HIMAPSI Keluarkan Surat Terbuka

Salingnews.com – Pematangsiantar. Terkait adanya perlakuan tidak etis yang dilakukan oleh Pemko siantar dibawah kepemimpinan Hefriansyah Terhadap Suku Simalungun yang dimana baru-baru ini Pemko siantar membuat kebijakan dalam brosur hari jadi kota siantar, yang dimana pemko siantar telah menganggap suku simalungun Tinggal Pusaka dan tidak ada lagi adat dan budaya yang ditampilkan dalam poster yang telah disebar dan dipajang kemasyarakat luas.

surat terbuka

Surat Terbuka dari DPC Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun ( HIMAPSI) Kota Pematangsiantar

hal ini membuat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI ) dan Masyarakat suku simalungun menyatakan sikap dan protesnya Melalui Surat Terbukanya Rabu 11/04/18 yang ditujukan kepada seluruh Kader Himpsi dan seluruh Suku Simalungun Yang ditanda tangani oleh Ketua DPC HIMAPSI Siantar Anthony Damanik, SP dan sekretaris Jahenson Saragih, SH.

Baca Juga :

Berikut isi Surat Terbuka DPC HIMAPSI Siantar ;

SURAT TERBUKA

Nomor : Khusus.

Kepada Yth.

Seluruh anggota Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (HIMAPSI ) dan seluruh simpatisan.

Di –

Tempat.

Horas …

Terkait kondisi saat ini khususnya adanya perlakukan tidak etis Walikota Pematangsiantar yang menganggap suku Simalungun tinggal pusaka dan tidak lagi memiliki adat dan budaya yang di tampilkan dalam sebuah gambar dan poster yang telah dipajang dan sebarkan ke masyarakat luas.

Kami meyakini penyebutan suku Simalungun sebagai pusaka dan adat budayanya sudah punah adalah bagian sistematis yang disengaja dan dirancang untuk menghilangkan keberadaan suku Simalungun dari kota Pematangsiantar karena pada saat perencanaan dan design masyarakat Simalungun telah bersuara keras melarang dan memprotes keras penyebutan Simalungun sebagai pusaka dan hilangnya adat dan budaya Simalungun namun protes keras tersebut tetap diabaikan dan dijawab dengan keangkuhan.

Bahwa sebelumnya Walikota Pematangsiantar juga telah melakukan pembohongan kepada HIMAPSI dan masyarakat Simalungun yang sejak tahun 2010 berjanji akan mendirikan tugu Raja Siantar Sangnaualuh Damanik tetapi sampai saat ini tidak jadi , tetapi justru dalam waktu enam bulan saja membangun tugu becak yang sebenarnya dibawa penjajah ke Pematangsiantar.

Bahwa pada saat acara pembukaan MTQ di Kecamatan Simariumbun , sesaat setelah turun dari mobil dinasnya Walikota Pematangsiantar langsung disambut tari-tarian Melayu dan menolak saat dianjurkan disambut dengan adat Simalungun tortor sombah sebagaimana selama ini yang dilakukan setiap pejabat saat memasuki lokasi kegiatan.

Bahwa sebagai generasi muda Simalungun sudah saatnya kita memberikan sikap pembelaan terhadap harkat dan maratabat kita suku Simalungun yang telah dilecehakan dan di hina di tanah leluhur kita sendiri.

Sebagai langkah pertama dengan ini dimintakan kepada seluruh anggota HIMPASI dan simpatisan untuk melakukan boikot dan tidak mengikuti , tidak berperan dalam hal apa sekalipun untuk kegiatan yang dilakukan Pemerintah Kota Pematangsiantar khususnya perayaan Hari Ulang Tahun Kota Pematangsiantar tahun 2018 ini.

Bahwa jika nanti terbutki ada yang turut serta mendukung baik secara langsung maupun tidak langsung maka nama – nama tersebut akan kami catatkan dan umumkan sebagai “ PENGHIANAT SUKU SIMALUNGUN “ dan ikut memijak –mijak harkat dan martabat suku Simalungun.

Dalam surat terbuka ini , sebagai anak kami berharap orang tua kami Partuha Maujana Simalungun (PMS) juga sudah saatnya bersikap membela harkat dan martabat suku Simalungun.

Demikian kami sampaikan surat terbuka ini , Diatei Tupa … Horas …!!!

DPC- HIMPUNAN MAHASISWA DAN PEMUDA SIMALUNGUN KOTA PEMATANGSIANTAR

ANTHONY DAMANIK , SP (Ketua)

JAHENSON SARAGIH SH. (Sekretaris)

Tembusan :

  1. Yth. Dewan Pimpinan Pusat HIMAPSI dan Seluruh organisasi Simalungun.
  2. Yth. Tokoh dan masyarakat suku Simalungun.

(Redaksi)

Share

Baca Juga