Walikota Siantar Sibuk Cari Partai, GTPP Ditinggal, GMKI Marah

IMG-20200706-WA0012Ket Foto : Aksi Unjuk Rasa GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun di Depan Gedung Posko TGTPP Covid-19, Senin (6/07/2020).

Salingnews.com – Pematangsiantar
Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun gelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD dan Balai Kota Pematangsiantar, Senin (6/07/2020).

Meroketnya jumlah kasus Covid-19 di Kota Pematangsiantar dinilai lamban dalam menekan penyebaran virus tersebut.

Hal itu diimplementasikan mereka dalam aksi dengan bentuk menaburkan bunga di depan gedung DPRD dan posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pematangsiantar.

Saat berada di depan gedung DPRD, massa GMKI sangat menyayangkan tindakan dari anggota DPRD yang tidak menemukan satupun di lokasi saat ingin menyampaikan aspirasi mereka.

“Kita sangat menyayangkan tindakan anggota DPRD kota Pematangsiantar. Apakah hari Senin merupakan hari merah buat mereka sehingga tidak ada satupun yang hadir. Untuk itu kita melakukan aksi tabur bunga yang menandakan bahwa DPRD kota Pematangsiantar sudah mati,” ujar salah seorang massa dalam orasinya.

Tidak menemukan satu orang pun anggota DPRD, massa GMKI melanjutkan aspirasi menuju kantor Balai Kota ataupun yang sering disebut kantor Walikota.

Sesampainya disana, massa GMKI kembali menyampaikan beberapa poin aspirasi dengan mengkritik lambannya kinerja dari TGTPP Covid-19.

Keinginan bertemu dengan pemimpin kota ini selaku ketua TGTPP Covid-19, tak kunjung juga dapat bertemu. Banyak kalangan menyebutkan, bahwa Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor menyibukkan diri dalam mengikuti kegiatan sosialisasi dan seremonial untuk memeriahkan pesta demokrasi Pilkada serentak yang akan diselenggarakan pada tahun ini.

Hal tersebut terlihat dari beberapa waktu yang lalu saat Hefriansyah Noor mengikuti rapat bersama dengan Mendagri dan Kepala Daerah lainnya dalam pembahasan Pilkada serentak.

Koordinator Aksi GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun, May Luther Sinaga menyebutkan bahwa Walikota Pematangsiantar hanya mampu melakukan pencitraan semata untuk mendongkrak popularitas.

“Kita minta kepada Walikota Pematangsiantar (Hefriansyah Noor, Red) jangan diluar sana melakukan pencitraan saja berharap bisa di pilih masyarakat lagi. Dan jangan hanya lewat sosial media saja menyampaikan kalau ada yang bertambah,” ujarnya.

Dilanjut May Luther Sinaga, GTPP dan DPRD telah mati rasa. Mereka menginginkan adanya dialog dan ikut bersinergi membantu kinerja dari GTPP. Melihat semakin tingginya angka kasus Covid-19 di Kota Pematangsiantar, GMKI menilai GTPP seakan berjalan sendiri dalam mengatasi bencana yang ditetapan Presiden sebagai Bencana Nasional.

“Kita datang kemari untuk berdiskusi dan kita siap membantu GTPP Siantar. Tapi apa yang kami dapat bahwa tidak ada penghuni posko ini. Kalau melalui sosial media saja kalian melakukan pencitraan buat apa. Toh sampai hari ini siantar masih zona merah dan setiap harinya bertambah yang positif. Jangan kalian buat ini permainan untuk bisa mengeluarkan anggaran,” ujarnya.

Dalam tuntutannya, GMKI Cabang Pematangsiantar-Simalungun meminta agar DPRD dan GTPP bersinergi membentuk peraturan penertiban protokol kesehatan, gencar sosialisasi dengan melibatkan elemen masyarakat serta dengan cermat menggunakan anggaran dan tepat sasaran untuk penanggulangan Covid-19.

Juru Bicara TGTPP Covid-19 Kota Pematangsiantar, Daniel Siregar menyebutkan bahwa dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Pematangsiantar akan mengeluarkan regulasi dalam penanganan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Dalam waktu dekat, Pemko akan mengeluarkan regulasi dengan mengajak elemen masyarakat seperti Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, baik Lintas Agama, dan lainnya untuk ikut serta dalam mengambil andil mensosialisasikan penerapan mengikuti protokol kesehatan,” terangnya.

(DD/Tim)

Share