Setelah Kebun Sawit, Panei Tongah Sering Banjir, GEMAPSI dan DPRD Sumut Tinjau Jalan Rusak

Salingnews.com – Simalungun | Menindaklanjuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi D Provinsi Sumut, PTPN IV, dan GEMAPSI pada 2 November 2021 lalu di gedung DPRD Sumut.

Kemarin (18/11/2021), GEMAPSI kembali melakukan RDP di kebun Unit Marjandi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi D yakni Delpin Barus.

IMG-20211118-WA0026Ket. Foto : GEMAPSI bersama DPRD Sumut Tinjau Jalan Rusak di Panei Tongah, Kabupaten Simalungun/Tim

Dalam rapat tersebut, tim ahli dari USU memaparkan hasil analisisnya dihadapan angota DPRD, dihadapan masyarakat Simalungun serta GEMAPSI, menurut tim ahli, banjir disebabkan sumber air dari pemukiman masyarakat dan persawahan sehingga air mengalir ke jalan.

Yang selanjutnya disarankan agar upaya yang dilakukan adalah melakukan pengalihan aliran air ke arah sungai atau lembah bukit, sehingga dampak aliran banjir tidak megenai jalan pemukiman dan persawahan penduduk, selain itu tim ahli juga menyarankan segera melakukan perawatan parit yang ada di dalam kebun.

Menanggapi hasil temuan dari tenaga ahli USU itu, Delpin Barus memberikan kesempatan ke peserta rapat supaya memberikan saran dan pendapatnya masing-masing.

Saut Bangkit Purba angota DPRD Provinsi Sumut komisi D juga mengatakan bahwa pendapat dari tim ahli itu tidak maksimal dan menurutnya belum bisa mengatasi banjir kalau hanya seperti itu yang akan dikerjakan.

“Dulu sewaktu masih kebun teh di sini, Panei Tongah ini tidak pernah banjir, kampung saya di sini, saya tahu persis terkait hal ini, jadi aku pikir kalau hanya itu solusinya tidak bisa itu untuk mengatasi banjir,” bebernya.

Hal senada juga ditambahkan ketua GEMAPSI, Anthony Damanik menyebut bahwa hasil kajian USU yang menyarankan untuk membuat parit, dan mengalihkan aliran sungai, menurutnya itu sudah dilakukan oleh pihak PTPN IV namun hasilnya juga tidak maksimal.

“Jika hanya disarankan untuk buat parit, tidak buang sampah sembarangan, itu sudah pasti tidak bisa mengatasi banjir, yang kami harapkan tadi kesimpulan tim tenaga ahli dari USU itu mengonversi sawit menjadi kebun teh atau tanaman lain yang sesuai dengan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Jahenson Saragih selaku Sekretaris GEMAPSI juga menambahkan bahwa banjir yang diakibatkan dari kebun Marjandi sudah memakan korban, salah satu contohnya sudah banyak persawahan masyarakat sekitar rusak, seperti masyarakat Sipoldas, tapi sampai saat ini belum tahu apa yang telah dilakukan oleh pihak PTPN IV kepada masyarakat korban banjir.

Ia juga menyesalkan tidak adanya langkah kongkrit dari pihak PTPN IV dalam penanganan banjir yang notabene wilayah konsesinya berada Kabupaten Simalungun.

Direktur keuangan PTPN IV, Budi mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan apa yang telah dipaparkan tim ahli dari USU, akan tetapi realisasinya pada tahun depan di bulan Februari.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Mangapul Purba, Rony Reynaldo, Iskandar Sinaga, dan beberapa angota DPRD Komisi D, kemudian pihak dari PTPN IV turut hadir seperti Direktur Keuangan, Manajer kebun Unit Marjandi, Manajer kebun Unit Marihat, serta masyarakat sekitar.

Setelah dibuat kesepakatan bersama, angota DPRD bersama GEMAPSI, pihak PTPN IV dan masyarakat melakukan kunjungan langsung ke lapangan melihat awal tititik banjir dan lokasi longsor di Sipoldas, Kecamatan Panei dan di Kecamatan Panombeian Panei akibat dari parit-parit yang dibuat pihak PTPN IV.

Delpin barus meminta kepada pihak PTPN IV dan pihak PU Sumut agar segera koordinasi guna mengatasi kerusakan jalan di Kabupaten Simalungun. (Tim/Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *