Stigma Buruk RHS Tunjukkan Arogansi Saat Menerobos Kemacetan

IMG-20220103-WA0005

Foto : Iring-iringan Rombongan Kendaraan Pemerintah Kabupaten Simalungun yang Diduga Menerobos Paksa Melawan Arah Jalur Lalu Lintas yang Macet pada Beberapa Waktu Lalu, Senin (03/01)/doc

Salingnews.com – Pematangsiantar | Baru-baru ini telah viral dan menjadi pembahasan di tengah masyarakat dan warganet. Pasalnya, beredar di media sosial ataupun media pemberitaan terkait iring-iringan rombongan kendaraan berplat merah orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Simalungun itu sedang menerobos jalanan yang sedang macet.

Kejadian itu tepat di persimpangan 2, arah Jalan Siantar-Saribudolok menuju jalur lintas ke inti Kota Pematangsiantar, sekira pukul 16.00 WIB, Senin (03/01/2021).

Biasanya, persimpangan itu kerap mengalami kemacetan total, terlebih di saat hari libur besar. Apalagi kondisi saat itu sedang macet dan banyak kendaraan menunggu kesempatan untuk melewati persimpangan tersebut.

Tindakan itu menjadi bahan cibiran warga, sehingga dinilai telah menciderai asas keadilan dalam memperoleh hak sebagai pengendara.

Ketika iring-iringan rombongan kendaraan Radiapo Hasiholan Sinaga (RHS) Bupati Kabupaten Simalungun menerobos dan diduga melawan jalur lalu lintas tersebut, menjadi pembahasan teraktual di awal tahun 2022.

Dinri Girsang, selaku penggiat lingkungan di Siantar-Simalungun menganggap bahwa tindakan yang dilakukan rombongan kendaraan Bupati Kabupaten Simalungun bukanlah budaya masyarakat yang sebenarnya.

“Dalam pelayanan di pemerintah, masyarakat selalu diberikan edukasi agar budaya antri. Kalau pejabatnya saja sudah tidak tahu budaya antri, lalu masyarakat masih mau antri? Seorang pejabat yang kebetulan orang nomor satu di Kabupaten Simalungun itu seharusnya menjadi contoh dan panutan. Kalau di jalanan saja sudah arogan, bagaimana pula dalam kondisi lainnya? Biarkan masyarakat menilai, apakah dibenarkan menerobos dan melawan jalur lalu lintas dalam kondisi macet seperti itu?,” tanya Dinri, Selasa (04/01).

Ia juga menambahkan, dengan kejadian tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan Bupati Simalungun telah menanamkan stigma buruk dan mengedepankan arogansi.

“Jadilah contoh yang benar kepada masyarakat, kalau sudah menunjukkan arogansinya di tengah masyarakat, lalu siapa yang mau dicontoh ataupun ditiru?,” akhirinya.

Dalam berkendara, oleh kepolisian menyarankan ke setiap pengendara agar patuh terhadap lalu lintas dan menghargai pengendara lainnya.

Penulis : Dedi Damanik
Editor : Dedi Damanik

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *